Taiwan Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Pariwisata dengan Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah dan lembaga Taiwan memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia melalui peningkatan kerja sama sektor teknologi tinggi, agribisnis, serta perluasan fasilitas pariwisata ramah Muslim pada Sabtu, 23 Agustus 2026.

Langkah kolaborasi ini mencakup investasi pengembangan pusat data kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, hingga diversifikasi destinasi wisata guna menggaet potensi pasar wisatawan Indonesia.

Sekretaris Jenderal ICDF Taiwan Yu-Lin Huang menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor teknologi masa depan.

"Untuk kerja sama teknologi, ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkuatnya. Kita perlu meningkatkan hubungan kita dengan kerja sama teknologi," kata Huang.

Huang menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur di Indonesia mendukung percepatan kemitraan teknologi lanjutan tersebut.

"Untuk AI dan semikonduktor, saya tahu ada banyak pusat data AI di Indonesia. Anda juga sudah memiliki beberapa pusat data AI di Indonesia," ujarnya.

Selain teknologi tinggi, ICDF memfasilitasi sektor pertanian melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin hingga Desember 2028 untuk pengembangan benih jagung hibrida di Sulawesi Selatan.

"Indonesia secara umum berada dalam kondisi yang sangat baik untuk mengembangkan teknologi tinggi lebih lanjut. Dan saya berharap hubungan kita (Taiwan dan Indonesia) dapat diperkuat sedemikian rupa untuk memfasilitasi kerja sama teknologi kita di masa depan," tuturnya.

Program pendampingan agribisnis juga dijalankan di Jawa Barat guna meningkatkan efisiensi rantai pasok serta nilai penjualan usaha hingga 75 persen.

"Dari pertanian ke pasar, itu juga sangat penting. Anda dapat melihat produksi para petani berkualitas tinggi diterima oleh toko-toko rantai kelas atas. Jadi, lebih menguntungkan bagi petani untuk menjual produk mereka langsung ke pasar," ujarnya.

Di sektor pariwisata, Taiwan membidik pasar wisatawan Indonesia yang mencatatkan 9,16 juta perjalanan ke luar negeri sepanjang 2025 berdasarkan data BPS. Menurut Director of Economic Division TETO Indonesia Frank Lu, Taiwan terus menambah fasilitas wudu, ruang salat, serta makanan halal yang menempatkan Taiwan di peringkat ketiga destinasi non-OIC dalam GMTI 2026.

Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta Abe Chou menjelaskan bahwa destinasi wisata kini diperluas ke Alishan dan Sun Moon Lake untuk memenuhi perubahan tren perjalanan wisatawan.

"Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam," ujar Abe.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed