Tanjung Verde Imbangi Spanyol Tanpa Gol di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan Tanjung Verde dalam pertandingan babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026) malam WIB.

Hasil mengejutkan ini terjadi meski Spanyol yang berada di peringkat ketiga FIFA tampil sangat dominan dengan mencatatkan 75 persen penguasaan bola dan melepaskan 27 tembakan sepanjang laga.

Dilansir dari sport.detik.com dan cnnindonesia.com, lini depan La Furia Roja dibuat frustrasi oleh ketangguhan kiper Tanjung Verde berusia 40 tahun, Vozinha, yang melakukan tujuh penyelamatan gemilang.

Sejumlah peluang emas Spanyol lewat sepakan Pedri, sundulan Mikel Oyarzabal, hingga tendangan Ferran Torres yang sempat mengenai mistar gawang berhasil digagalkan oleh performa sigap mantan rekan setim Witan Sulaeman tersebut.

Strategi bertahan yang rapat dan disiplin dari anak asuh Pedro Leitão Brito, atau yang dikenal sebagai Bubista, sukses meredam agresivitas juara Eropa bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Keberhasilan menahan imbang raksasa Eropa ini menjadi catatan sejarah besar bagi Tanjung Verde yang merupakan negara dengan populasi terkecil ketiga dalam sejarah Piala Dunia.

Mengenai partisipasi bersejarah timnya, ada beberapa hal yang disampaikan oleh pelatih kepala sebelum dan sesudah pertandingan tersebut berlangsung.

"Kami selalu mengatakan bahwa lolosnya kami ke Piala Dunia bukan sekadar soal olahraga: ini soal budaya, musik, dan segalanya. Kami ingin memperkenalkan negara kami kepada dunia. Ambisi kami adalah bertanding tanpa rasa takut, dengan identitas kami, dan bermain dengan berani untuk menunjukkan kepada dunia siapa kami sebagai tim dan sebagai bangsa. Identitas kami adalah siapa kami sebagai bangsa yang menghadapi kesulitan." kata Bubista, Pelatih Kepala Tanjung Verde seperti dikutip dari goal.com.

Bubista juga menekankan pentingnya arti turnamen ini bagi seluruh masyarakat Tanjung Verde yang menyaksikan perjuangan tim nasional mereka di panggung dunia.

"Sezeit hari pertama saya katakan bahwa kami ada di sini untuk mereka: rakyat kami harus menikmati pertandingan dan merasa bahagia selama Piala Dunia. Kami, sebagai rakyat Cape Verde, tidak boleh membiarkan bangsa lain merayakan Piala Dunia lebih dari kami. Yang paling penting adalah bendera kita dikibarkan di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi negara kecil seperti kita. Kita akan melakukan segala cara agar setiap warga Cape Verde, baik di dalam maupun di luar negeri, bangga pada kita." ujar Bubista, Pelatih Kepala Tanjung Verde.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed