Oklahoma City Thunder Samakan Kedudukan Usai Tekuk San Antonio Spurs

Smallest Font
Largest Font

Oklahoma City Thunder berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 atas San Antonio Spurs setelah meraih kemenangan kandang 122-113 pada pertandingan gim kedua final Wilayah Barat yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.

Hasil ini membalas kekalahan dramatis Oklahoma City Thunder pada gim pertama yang berlangsung Senin, 18 Mei 2026. Saat itu, San Antonio Spurs mencuri keunggulan seri lewat kemenangan 122-115 melalui babak dua kali perpanjangan waktu (double overtime).

Shai Gilgeous-Alexander tampil impresif memimpin kemenangan Thunder pada gim kedua dengan membukukan 30 poin. Catatan ini sekaligus memperbaiki performa buruknya pada laga pembuka seri final tersebut.

"I have sucked when I get too long of a break," ujar Shai Gilgeous-Alexander, pemain bintang Oklahoma City Thunder.

Pebasket yang baru saja menerima trofi Most Valuable Player untuk kedua kalinya berturut-turut tersebut merasa jeda istirahat yang terlalu lama telah memengaruhi penampilannya pada gim pertama.

"I don’t think it’s anything other than that. I guess I gotta do a better job with my breaks," kata Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.

Pada gim pertama, Gilgeous-Alexander hanya mencetak 24 poin dan 12 assist dengan akurasi tembakan 7 dari 23. Performa buruknya di paruh pertama gim tersebut, yang hanya menghasilkan empat poin, sempat membuat rekor tembakannya merosot ke titik terendah dalam hampir tiga tahun terakhir.

Di kubu lawan, forward San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, tampil sangat produktif sepanjang dua laga awal dengan rata-rata mencetak 31,0 poin, 20,5 rebound, dan 4,5 assist per gim.

Pemain muda berusia 22 tahun tersebut mengukir sejarah pada gim pertama sebagai pemain termuda yang mencatatkan minimal 41 poin dan 24 rebound dalam sebuah laga playoff, melampaui rekor usia Kareem Abdul-Jabbar pada playoff 1970.

"A great effort — from everybody," kata Victor Wembanyama, forward San Antonio Spurs.

Pada gim pertama tersebut, Wembanyama menyelamatkan Spurs lewat tembakan tiga angka dari jarak jauh di sisa waktu 28 detik babak perpanjangan waktu pertama, sebelum akhirnya mengunci kemenangan lewat dua kali aksi dunk di menit akhir babak perpanjangan waktu kedua.

Pertandingan pembuka itu juga menjadi gim pertama dalam sejarah playoff NBA yang harus diselesaikan melalui babak double overtime sejak laga antara Spurs melawan Warriors pada tahun 2013.

"It was a war of wills," kata Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.

Johnson memuji ketangguhan mental dari kedua tim yang bertanding sangat ketat hingga detik terakhir pertandingan.

"The levels of mental toughness exuded by both teams ... we needed every second from everybody that played," ujar Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.

Kekalahan Thunder pada gim pertama sekaligus menghentikan sembilan kemenangan beruntun mereka di babak playoff yang telah berjalan sejak gim ketujuh laga Final musim lalu.

"We have to get better from this game," tutur Mark Daigneault, pelatih Oklahoma City Thunder.

Selain performa apik Gilgeous-Alexander pada gim kedua, Thunder juga mendapatkan kontribusi dari Jalen Williams yang menyumbang 26 poin setelah kembali dari absen enam pertandingan akibat cedera hamstring, serta Alex Caruso yang mencetak 31 poin dari bangku cadangan pada gim pertama.

Berdasarkan data analis SportsLine, performa beberapa pemain lain turut menjadi sorotan menjelang gim ketiga. Center Thunder, Chet Holmgren, tercatat mengalami penurunan performa dengan hanya mencetak rata-rata 10,5 poin per gim dalam enam pertemuan melawan Spurs musim ini, jauh di bawah rata-rata efisiensi tembakan musimannya.

"He posted 27 combined rebounds and assists with Game 1 against the Thunder going to double overtime," ujar Mike Barner, pakar NBA SportsLine.

Barner menambahkan bahwa produktivitas Wembanyama dalam mengumpulkan rebound dan assist diprediksi akan tetap tinggi pada laga berikutnya.

"In Game 2, he had 23 combined over 37 minutes," kata Mike Barner, pakar NBA SportsLine.

Menurut Barner, dengan dukungan penuh dari publik sendiri, Wembanyama diperkirakan akan bermain sekitar 35 menit pada gim ketiga untuk membawa Spurs kembali unggul.

Di sisi lain, pengamat SportsLine David Bearman menilai gaya permainan Holmgren cenderung diredam oleh pertahanan Spurs karena ia tidak pernah melepaskan lebih dari 10 tembakan dalam setiap laga melawan San Antonio musim ini.

"Chet Holmgren is averaging just 10.5 points per game in six games vs. the Spurs this season, going over 14.5 just once," tutur David Bearman, pakar SportsLine.

Bearman menyoroti bahwa akurasi tembakan Holmgren yang hanya mencapai 39,6 persen melawan Spurs berada jauh di bawah rata-rata semestinya.

"He got to 13 in Game 2, with 7 of the points coming in one spurt with Victor Wembanyama on the bench," kata David Bearman, pakar SportsLine.

Bearman menjabarkan bahwa dalam 11 pertemuan sepanjang kariernya melawan Wembanyama dan Spurs, Holmgren hanya mampu mencatatkan rata-rata 12,7 poin per gim.

"In 11 career games vs. Wemby and the Spurs, Holmgren is averaging 12.7 PPG," ucap David Bearman, pakar SportsLine.

Sementara itu, penggawa Spurs lainnya, Julian Champagnie, yang mencetak 11 poin pada gim pertama namun menurun menjadi delapan poin pada gim kedua, diharapkan mampu bangkit saat bermain di kandang sendiri.

"Julian Champagnie was atrocious in Game 2, going 1 of 7 from deep and finishing with eight points," kata Larry Hartstein, pakar SportsLine.

Hartstein melihat ada peluang besar bagi Champagnie untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan menembak, mengingat ia memiliki akurasi tembakan kandang yang lebih baik pada musim reguler serta situasi Spurs yang tengah menghadapi masalah cedera pemain seperti Dylan Harper dan De'Aaron Fox.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed