Tiga Tim Promosi Bersiap Tempur di BRI Super League 2026/2027
Kompetisi BRI Super League 2026/2027 resmi menyambut kedatangan tiga kontestan anyar dari jalur promosi. PSS Sleman kembali mengamankan tempat di kasta tertinggi, sementara Isen Mulang FC dan Garudayaksa FC bersiap melakoni penampilan perdana mereka, dilansir dari Bola.
Keberhasilan PSS Sleman kembali ke kompetisi utama tak lepas dari pembenahan menyeluruh usai terdegradasi dari Liga 2 musim 2024/2025. Hanya butuh satu musim bagi klub berjuluk Super Elang Jawa tersebut untuk kembali bersaing di level teratas sepak bola nasional.
Sosok Pieter Huistra memegang peranan krusial dalam kebangkitan klub. Setelah sempat menjabat sebagai Direktur Teknik karena batasan regulasi, juru taktik asal Belanda itu kini kembali dipercaya menjadi nakhoda utama PSS Sleman.
Komposisi skuad PSS Sleman musim ini memadukan legiun asing dan pilar lokal berpengalaman. Manajemen mempertahankan Cleberson serta Gustavo Tocantins, didampingi pemain senior seperti Ega Rizky, Fachruddin Aryanto, Jajang Mulyana, Riko Simanjuntak, hingga Kim Jefrie Kurniawan.
Sektor pertahanan menjadi fokus perhatian pelatih karena dihuni deretan bek berusia di atas 30 tahun. Selain Fachruddin dan Jajang, terdapat pula nama Lucão, Cleberson, serta Christophe Nduwarugira yang harus tampil konsisten di Super League dan League Cup.
Di sisi lain, Isen Mulang FC yang sebelumnya bernama Adhyaksa FC memilih Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya sebagai markas utama. Klub ini mengusung misi membangkitkan kembali kejayaan sepak bola daerah setelah era Kalteng Putra.
Guna mengarungi kasta tertinggi, Isen Mulang FC mempertahankan Ade Suhendra sebagai pelatih kepala. Pelatih berusia 43 tahun tersebut menjadi satu-satunya arsitek lokal yang bakal menguji strateginya melawan 17 juru taktik asing.
Manajemen Isen Mulang FC telah mendaftarkan 33 pemain dengan mengisi penuh kuota 11 pemain asing. Rekrutan anyar mencakup pilar Timnas Filipina Kenji Nishioka, Leo Lelis, Makan Konate, Ramiro Fergonzi, Adilson Silva, Vinícius Baiano, dan Sérgio Mendonça.
Kiprah tim promosi turut mendapat sorotan dari pengamat sepak bola senior, Gusnul Yakin. Ia menilai langkah PSS dan Isen Mulang FC membutuhkan adaptasi ketat untuk bertahan di kasta teratas.
"Untuk PSS dan Isen Mulang FC bisa bertahan di Super League sudah bagus. Kalau PSS, saya kira mereka sudah pengalaman. Isen Mulang FC yang harus belajar banyak," kata Gusnul Yakin.
Sementara itu, Garudayaksa FC hadir sebagai juara Championship 2025/2026 yang dinilai memiliki potensi kejutan besar. Klub ini berada di bawah sokongan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai penyokong utama operasional tim.
"Kalau benar Presiden Prabowo Subianto berada di balik Garudayaksa FC tentu tim ini sangat serius di Super League. Berikutnya tergantung siapa pelatih dan bagaimana materi pemainnya. Karena tak mudah membangun tim dalam sekejap," jelasnya.
Garudayaksa FC menunjuk pelatih asal Serbia, Milos Joksic, yang berbekal rekam jejak 15 tahun di Liga Thailand. Skuad mereka diperkuat pemain berlabel Timnas Indonesia seperti Andik Vermansyah, Septian David, Alfriyanto Nico, Septian Bagaskara, serta kiper Daffa Fasya.
Gusnul menambahkan bahwa keberhasilan tim promosi menembus papan atas sangat bergantung pada kekuatan finansial. Berdasarkan catatannya, fenomena tersebut sempat ditunjukkan oleh Dewa United dan Malut United yang kini berganti nama menjadi Java FC.
"Empat musim terakhir sangat sedikit tim promosi yang mampu bersaing di Super League. Dari catatan saya hanya Dewa United dan Malut United yang melejit. Faktor dukungan finansial kuat membuat mereka bisa merekrut pemain bagus. Saya kira Garudayaksa FC bisa seperti Dewa United dan Malut United yang sekarang bernama Java FC," tuturnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow