Tim Ream Emban Ban Kapten Timnas AS pada Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Bek veteran Tim Ream kini dipercaya mengemban peran sebagai kapten tim nasional putra Amerika Serikat dalam mengarungi turnamen Piala Dunia 2026 di bawah asuhan pelatih Mauricio Pochettino.

Kepemimpinan pemain berusia 38 tahun tersebut menjadi sorotan menjelang laga babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina yang dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu.

Perjalanan karier Ream mengalami lonjakan drastis setelah sebelumnya sempat tidak masuk dalam skuad internasional selama 14 bulan sebelum kompetisi tahun 2022 lalu dimulai.

"Being out of the picture for 14 months leading into 2022, I pretty much accepted that my opportunities to play in a World Cup were not going to be there," kata Tim Ream, Bek Timnas AS.

Mantan pemain Fulham yang kini bermain di tanah airnya tersebut merefleksikan kembali posisinya yang saat ini bisa memimpin tim dalam turnamen besar di rumah sendiri.

"So yeah, to be sitting here now and being able to play in a second World Cup, a home World Cup, is pretty special for me, for my family," tambah Tim Ream, Bek Timnas AS.

Ream menyadari situasi dalam sepak bola profesional dapat berputar dengan sangat cepat bagi seorang pemain.

"I don't take (it) for granted because I know how quickly things can change. I know how quickly you can be in and how quickly you can be out," jelas Tim Ream, Bek Timnas AS.

Karier panjang Ream di Inggris dimulai sejak tahun 2012 saat ia membela Bolton Wanderers sebelum akhirnya menghabiskan waktu lama bersama klub Fulham.

Performa konsisten di kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut memikat mantan pelatih AS Gregg Berhalter, bahkan kemampuan operannya sempat mendapat pujian langsung dari manajer Manchester City Pep Guardiola.

"He put himself in a position where we couldn't leave him off the team because he's starting for a good team in the Premier League and he's one of the best passing center backs in all the Premier League," kata Gregg Berhalter, Mantan Pelatih Timnas AS.

Berhalter menambahkan bahwa situasi tersebut merupakan contoh nyata dari seorang pemain yang berhasil memilih dirinya sendiri masuk ke tim nasional berdasarkan performa di lapangan.

"That's an example of a guy self-selecting based on his performance," tutur Gregg Berhalter, Mantan Pelatih Timnas AS.

Di dalam ruang ganti, kehadiran Ream memberikan dampak yang sangat besar bagi moral dan perkembangan taktis para pemain muda Amerika Serikat.

"I think everybody knows what he means to this team. It's weird to call him like a father figure to this group, but he really is," ujar Gio Reyna, Gelandang Timnas AS.

Pemain depan Folarin Balogun juga mengungkapkan suasana humoris di dalam tim terkait perbedaan usia Ream yang mencapai 17 tahun dengan pemain termuda, Alex Freeman.

"He will score in training and they'll say he's the oldest scorer in World Cup history. Stuff like that," kata Folarin Balogun, Penyerang Timnas AS.

Balogun menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan sang kapten berjalan sangat baik dan ia banyak menyerap ilmu dari pengalaman seniornya tersebut.

"My personal relationship with Tim is great," tambah Folarin Balogun, Penyerang Timnas AS.

Pemain muda tersebut mengaku senang bisa belajar banyak dari figur yang kaya pengalaman seperti Ream.

"He gives me lots of advice and he's somebody who has tons of experience. I'm a younger player, so I love to learn from him," ucap Folarin Balogun, Penyerang Timnas AS.

Sejak Mauricio Pochettino mengambil alih kursi kepelatihan pada September 2024, posisi Ream sebagai kapten tim semakin tidak tergantikan dalam skema strategi.

Tercatat dari 29 pertandingan di bawah kendali Pochettino, Ream dipercaya mengenakan ban kapten sebanyak 21 kali, sementara delapan laga sisanya dilewati karena ia tidak bermain.

"I am so grateful that he is with us because he's a great captain not only on the field, he's maybe more important off the field," puji Mauricio Pochettino, Pelatih Timnas AS.

Pochettino menilai Ream memiliki kapasitas kepemimpinan positif yang sangat dibutuhkan oleh skuadnya saat ini.

"He has the experience, he has the capacity to be the leader that we want and to be a positive leader," tegas Mauricio Pochettino, Pelatih Timnas AS.

Setelah memastikan tempat di babak gugur melalui kemenangan atas Australia pada fase grup, Ream menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

"I've done everything I possibly can to be a part of this group. I've done everything I possibly can to push myself and push the guys," kata Tim Ream, Bek Timnas AS.

Ia menyatakan tidak lagi memikirkan faktor usia atau pencapaian masa lalu, melainkan fokus pada nilai dari kerja keras yang telah dilaluinya.

"I don't really think about my age or everything that I've done. I just know that everything I've done has been for a reason and it's all been worth it to be here and stand here and have this conversation," pungkas Tim Ream, Bek Timnas AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed