Timnas Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20

Smallest Font
Largest Font

Timnas Indonesia U-20 memulai perjuangannya di Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 dengan hasil imbang 0-0 melawan Timnas Malaysia U-20 pada Senin, 31 Agustus 2026, di New Laos National Stadium, Vientiane.

Hasil ini membuat Timnas Indonesia harus bekerja keras di pertandingan berikutnya untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya, dilansir dari Bola.

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai hasil imbang tersebut tidak mencerminkan kegagalan Timnas Indonesia U-20. Menurutnya, ada aspek positif yang terlihat dari permainan pasukan asuhan Nova Arianto.

"Skor 0-0 ini tidak bisa langsung dianggap sebagai hasil buruk untuk Timnas Indonesia U-20. Tetapi, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Nova Arianto," ujar Luciano kepada Bola.com.

"Indonesia menunjukkan organisasi permainan yang cukup baik, terutama ketika membangun serangan dan menjaga struktur pertahanan. Lini belakang juga terlihat cukup disiplin dalam menghadapi transisi Malaysia," lanjutnya.

Namun, efektivitas serangan menjadi masalah saat Timnas Indonesia sudah memasuki area pertahanan lawan. Putu Panji dan kawan-kawan kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi peluang matang.

"Masalah terbesar menurut saya adalah efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Indonesia beberapa kali berhasil masuk ke area pertahanan Malaysia, tetapi kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar bersih," kata Luciano.

"Malaysia bertahan dengan cukup rapat dan membuat pemain Indonesia lebih banyak melakukan sirkulasi bola daripada penetrasi. Di level kualifikasi seperti ini, penguasaan bola saja tidak cukup. Kita harus mampu mengubah dominasi menjadi peluang dan peluang menjadi gol," ulasnya.

Luciano juga menilai pertandingan ini memberikan pengalaman penting bagi para pemain muda yang menghadapi tekanan besar di laga pembuka kualifikasi menghadapi Malaysia.

"Saya juga melihat pertandingan ini sebagai pengalaman penting bagi pemain muda. Mereka bermain dalam pertandingan yang memiliki tekanan besar karena ini adalah laga pertama kualifikasi dan menghadapi Malaysia," imbuhnya.

Menurut Luciano, laga kontra Malaysia bisa menjadi evaluasi berharga bagi pelatih Nova Arianto dan stafnya untuk memperbaiki permainan.

"Jadi, saya tidak akan mengatakan Nova Arianto gagal. Justru sekarang dia memiliki informasi yang sangat penting tentang apa yang harus diperbaiki. Indonesia harus lebih berani bermain vertikal, meningkatkan pergerakan tanpa bola dan mempercepat keputusan di sepertiga akhir," tutur Luciano.

"Setelah ini Indonesia masih menghadapi Laos dan Australia dan tingkat kesulitannya akan berbeda. Kalau Indonesia ingin lolos ke Piala Asia U-20 2027, mereka harus mulai lebih klinis di depan gawang," tambahnya.

"Secara keseluruhan, saya melihat fondasi pertahanannya cukup positif, tetapi kreativitas dan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Harus perbaiki finishing, lebih tenang waktu ada kesempatan," kata Luciano menutup pembahasan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed