Tokoh Nasional dan Perbankan Bekali Generasi Muda di Lampung
Sejumlah tokoh nasional, pejabat, dan praktisi perbankan memberikan edukasi kesuksesan karier serta literasi keuangan digital kepada ribuan generasi muda dalam perhelatan Lampung Financial Festival 2026 pada Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026) di Novotel Bandar Lampung.
Pendiri sekaligus Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, membuka sesi pemaparan dengan menekankan bahwa kesuksesan merupakan hak semua orang tanpa memandang latar belakang sosial, namun membutuhkan perjuangan keras untuk mencapainya.
"Sukses adalah hak semua orang. Nggak peduli latar belakangnya. Boleh anak presiden, boleh bukan anak siapa-siapa.
Boleh anak orang kaya, boleh anak orang yang tidak berpunya. Semua punya kesempatan untuk menjadi sukses, tetapi sukses itu bukanlah sesuatu yang mudah. Semua harus diperjuangkan.
Tidak seperti membalik telapak tangan. Dia harus diperjuangkan dengan susah payah," kata pria yang akrab disapa CT ini dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026).
Guna membantu anak muda meraih kesuksesan, ia memperkenalkan rumusan 10 kunci sukses yang dihimpun dari pengalaman hidupnya.
"Rumusan ini adalah rumusan yang bisa membawa Anda menjadi sukses tanpa melewati proses seperti yang saya alami. Semua akumulasi ini saya kontras yang namanya CT dari Chairul Tanjung, Way atau Jalan. CT Way," ucapnya.
Prinsip pertama yang ditekankan dalam CT Way adalah memulai segala jenis usaha dengan niat baik agar membawa keberkahan dan kebaikan.
"Segala sesuatu, agama kita mengajarkan mulailah dengan niat baik. Setuju? Sepakat?
Jadi kalau mau mulai usaha, harus mulai dengan niat baik. Jadi jangan mulai usaha niatnya mau nipu, mau ngebohongin orang, itu nggak barokah," ujar CT.
Prinsip kedua berfokus pada kemampuan melihat, menangkap, serta menciptakan peluang usaha ketika kesempatan belum terlihat di depan mata.
"Orang yang mampu melihat peluang dan menangkap peluang, disebut pengusaha, disebut entrepreneur. Sifat entrepreneurship itulah yang namanya mampu melihat peluang dan mampu menangkapnya," kata CT.
Pengembangan jiwa kewirausahaan tersebut menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika dunia bisnis.
"Kalau seandainya kita lihat peluangnya itu nggak ada, terus kita harus ngapain? Kita harus mampu menciptakan peluang itu. Jadi, kalau kita lihat peluang-peluangnya nggak ada, kita harus ciptakan peluang itu," sambungnya.
Poin ketiga menekankan bahwa uang bukanlah modal utama untuk memulai bisnis karena dapat digantikan oleh kerja keras dan modal non-materiil lainnya.
"Modal harus punya, tapi tidak semata-mata uang. Alhamdulillah kalau punya uang, Alhamdulillah mempermudah, tapi kalau nggak punya uang, jangan putus asa. Karena uang bukan segala-galanya," ucap CT.
Adapun poin keempat mengusung konsep membeli masa depan dengan nilai saat ini melalui pembacaan peluang jangka panjang secara cermat.
"Saya kasih contohnya. Kalau kita tahu, tadi soal saham misalnya, kalau kita tahu bahwa saham perusahaan A akan lima tahun lagi, akan sepuluh kali lipat dari sekarang, kalau kita beli sekarang, itu kita akan sukses apa nggak?" papar CT.
Poin kelima hingga kesembilan mencakup pentingnya menjadikan kegagalan sebagai sahabat, bekerja keras secara disiplin dan perfeksionis, percaya intuisi rasional, fokus pada solusi, serta menyeimbangkan pragmatisme dengan idealisme, yang diakhiri dengan pencarian keberkahan Tuhan.
"Kalau pragmatis itu lebih kepada keuntungan diri sendiri dan lain sebagainya. Idealis lebih kepentingan masyarakat, jangka panjang dan lain sebagainya. Nah ini harus digabungkan.
Nah ujungnya adik-adikku sekalian, kita harus memulai sesuatu dari niat baik. Betul? Dan terus kita harus berusaha abis-abisan, ujungnya apa?
Cari keberkahan Tuhan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, turut menyampaikan tiga pesan kunci ketangguhan kepada generasi muda sembari menampilkan kebolehan memainkan alat musik flute.
"Pesan saya untuk anak-anakku sekalian kalau kamu ingin mencapai cita-cita yang tinggi, kamu harus punya ketangguhan menghadapi badai. Kamu harus bisa melindungi dan kata JUMBO lagunya usai kau takut pada keras dunia. Dunia itu akan keras.
Maka hari ini kita tetap laksanakan (Lampung Financial Festival) meskipun kita menghadapi 'badai'. Jadi itu," kata Anggito.
Anggito mengingatkan agar generasi muda tidak takut jatuh serta bersedia belajar dari pengalaman orang lain untuk membentuk ketangguhan mental.
"Kedua, kamu harus bisa belajar dari yang sudah menjalankan. Setiap jatuh meninggalkan luka tetapi juga membawa pelajaran yang berharga. Kamu jangan hanya mendengar dari orang yang sukses," ujar Anggito.
Pesan ketiga Anggito menekankan pentingnya dedikasi dan kerja keras untuk meraih hasil maksimal dalam karier maupun kehidupan.
"Saya kemarin mendengar Pak CT (Chairman dan Founder CT Corp) mengatakan bahwa beliau itu dulu bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 2 pagi. Saya juga dulu begitu pas waktu jadi pejabat di Kemenkeu kita tidak pernah punya waktu karena kita harus bekerja keras. Hasil mengikuti kerja keras dan itu akan akan membawa kamu bahagia. Bahagia tak harus menjadi sempurna," kata Anggito.
Pada aspek pengelolaan keuangan modern, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Royadi, mengingatkan maraknya fitur perbankan digital seperti pembayaran tertunda yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif jika tidak diimbangi dengan perencanaan matang.
"Sekarang gampang banget, tinggal klik, mau traveling, mau nonton konser tinggal klik, paylater bisa. Ini terkait memudahkan untuk spending. Jadi ini memang salah satu tantangan generasi muda dalam mengelola keuangan," ujar Achmad dalam Lampung Financial Festival di Novotel Bandar Lampung, Minggu (6/9).
Achmad menekankan pentingnya disiplin keuangan dengan mengalokasikan pendapatan sejak awal untuk tabungan, investasi, asuransi, serta dana pensiun sebelum memenuhi kebutuhan konsumsi.
"Bahkan kalau perlu untuk membeli dana pensiun. Jadi harus imbangin antara kemudahan digital untuk menghabiskan uang sama kemudahan digital untuk investasi, tabungan, bahkan asuransi," tuturnya.
Pengalokasian dana secara konsisten di awal bulan menjadi kunci utama menjaga stabilitas finansial anak muda.
"Prinsipnya itu harus bisa mengalokasikan. Jangan sampai uang yang diinvestasikan itu tunggu ada sisanya di akhir bulan. Jadi dari awal udah dialokasikan buat jaga-jaga, baru sisanya untuk konsumsi dan lifestyle," katanya.
Edukasi perbankan digital juga diperkuat oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalu pembukaan booth interaktif aplikasi wondr by BNI, yang dimanfaatkan pengunjung seperti mahasiswa Universitas Saburai, Dina, untuk membuka rekening secara langsung.
"Acaranya menarik, dari temanya relevan sama Gen Z. Tidak monoton, banyak booth-booth keren yang bisa dimampiri," ujar Dina, Ahad (6/9/2026).
BNI menghadirkan Program Payung bagi nasabah baru dengan setoran awal minimal Rp300 ribu yang memberikan manfaat cashback kopi atau spin wheel, serta Program Be Nice untuk pembukaan rekening Taplus Muda dengan setoran awal minimal Rp100 ribu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow