Tottenham Hotspur Kejar Poin Penyelamat Degradasi di Markas Chelsea

Smallest Font
Largest Font

Tottenham Hotspur membidik kemenangan krusial saat bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge pada laga lanjutan Liga Inggris hari Selasa, 19 Mei 2026 malam waktu setempat, demi menjauhkan diri dari zona degradasi.

Klub London Utara tersebut saat ini tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 38 poin, hanya unggul dua angka dari West Ham United yang berada di zona merah urutan ke-18. Tambahan tiga angka akan membuat Spurs mengumpulkan 41 poin sehingga tidak mungkin lagi dikejar oleh West Ham United yang menyisakan satu pertandingan.

Jika skenario kemenangan terwujud, Tottenham dipastikan mengirim West Ham terdegradasi menyusul Burnley dan Wolverhampton, sementara hasil imbang tetap memperbesar peluang aman karena keunggulan selisih gol yang masif atas rivalnya tersebut.

Di sisi lain, Chelsea selaku tuan rumah menempati peringkat ke-10 dengan 49 poin dan membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa tipis lolos ke kompetisi Eropa, meskipun skuad asuhan karteker Calum McFarlane ini baru saja menelan kekalahan dari Manchester City di final Piala FA dua hari sebelumnya.

Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan pentingnya mentalitas yang tepat bagi anak asuhnya demi memetik hasil positif dalam derbi London yang dikenal sulit bagi sejarah The Lilywhites ini.

"Kita harus bermain dengan percaya diri karena dalam empat pertandingan terakhir, lima pertandingan terakhir bersama saya, karena kita tidak pantas kalah di Sunderland, tetapi dalam empat pertandingan terakhir, kita meraih delapan poin," kata De Zerbi dikutip dari situs Tottenham.

Di bawah arahan arsitek asal Italia tersebut, Tottenham mencatat tren positif berupa dua kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kali kalah dalam lima laga pamungkas.

"Jika, Anda menganalisis performa, saya pikir kita bisa meraih lebih dari delapan poin. Dan untuk itu, kita harus percaya diri, untuk bersikap positif," ujar De Zerbi.

Kendati demikian, mantan pelatih Brighton tersebut mengingatkan pasukannya agar tidak jemawa mengingat ketatnya persaingan di papan bawah Premier League yang belum sepenuhnya selesai.

"Bagaimanapun, kita tidak bisa melupakan satu bulan yang lalu, bagaimana situasinya. Kita belum aman. Liga Inggris itu sulit. Mendapatkan satu poin saja sudah sulit karena semua tim berjuang di lapangan," jelas De Zerbi.

Sementara itu, dari kubu tuan rumah, Calum McFarlane tengah menghadapi situasi rotasi pemain setelah kelelahan melakoni partai final di Wembley dan menjelang kedatangan manajer baru mereka, Xabi Alonso, per 1 Juli mendatang.

"We need to be careful with Levi. He’s obviously off the back of a very serious injury and has performed well in those two games. We’ll see how he looks today, how he reports, and we’ll make a decision on that," kata McFarlane dilansir dari Chelsea FC terkait kondisi bek Levi Colwill.

Selain masalah kebugaran Colwill yang baru pulih dari cedera ACL, gelandang Roméo Lavia juga diragukan tampil dalam laga ini akibat mengalami benturan ringan menjelang pertandingan sebelumnya.

"[Lavia] took a slight knock in the build-up to the [last] game. Nothing major, but with Roméo, we didn’t want to take that risk. I thought he was brilliant in the games that he did play, and he gave us a lot the same way Levi did, but we just have to be careful with players that have had that injury history," kata McFarlane.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed