Traveler Jelajahi Trekking dan Air Terjun di Centhung Blumbang Tawangmangu
Di Centhung Blumbang, Tawangmangu, Jawa Tengah, pengunjung tidak hanya dapat bersantai menikmati pemandangan alam, tetapi juga melakukan trekking menyusuri area centhung dan sungai hingga menuju Air Terjun Pringgodani.
Petualangan dimulai dari area parkir bawah yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, kemudian dilanjutkan dengan berjalan melalui jalur pertanian sekitar selama lima menit untuk sampai ke kolam alami dari bebatuan yang biasa digunakan berenang oleh para pengunjung.
Fasilitas di area Centhung Blumbang meliputi tempat berkemah, kantin, kamar mandi, toilet, musala, serta colokan listrik. Pengunjung juga dapat melanjutkan trekking melewati jalur setapak menuju Air Terjun Pringgodani dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Sepanjang perjalanan menuju air terjun, suara gemercik sungai dan deretan pohon cemara yang masih alami turut menemani. Pemandangan alam hijau yang luas menambah kesan asri dan menyegarkan, sementara kicauan burung menciptakan suasana tenang yang membuat perjalanan terasa ringan.
Di beberapa titik sepanjang tepi sungai terdapat area landai yang dapat dimanfaatkan untuk berkemah dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan yang dirawat oleh pengelola.
Menurut pemilik lahan, Edi Sukatno, kawasan tersebut masih dihuni satwa liar seperti burung, lutung, dan rusa, yang terkadang terlihat berkeliaran bebas di sekitar area centhung maupun air terjun.
Jalur trekking ke Air Terjun Pringgodani terdiri dari bebatuan dan tanah, dengan beberapa bagian yang cukup curam dan menanjak sehingga memerlukan persiapan fisik sebelum memulai perjalanan.
Seorang wisatawan muda asal Jumantono, Aziz, berusia 19 tahun, mengaku sangat menikmati aktivitas di alam terbuka ini. Ia menyebut jalur trekking yang menantang membuat pengalaman berkunjung semakin menarik.
"Sangat menarik ya, tentunya saya juga sangat suka pergi ke alam dengan pemandangan dan panorama yang sangat mempesona bagi saya, dan juga trekking jalannya juga ke sini cukup menantang, jadi tambah menarik untuk ke sini lagi," kata Aziz seperti dikutip dari Detik Travel.
Biaya masuk sebesar Rp 10.000 dinilai Aziz sangat sepadan dengan pengalaman yang didapat, dan fasilitas di Centhung Blumbang dianggap cukup memadai meskipun tetap mempertahankan suasana alami.
Pengunjung lain, Rahma dari Sarangan, juga memberikan penilaian positif terhadap pemandangan di kawasan ini, meskipun menurutnya jalur trekking memang cukup ekstrem.
"Bagus banget, bagus pemandangannya, cocok sama cuacanya, menurut saya jalurnya sedikit ekstrem," ujar Rahma.
Sesampainya di ujung trekking, traveler dapat menikmati keindahan Air Terjun Pringgodani yang terletak di bawah tebing tinggi. Area ini cocok untuk berfoto, menikmati ketenangan, dan mendengarkan gemercik air yang menenangkan.
Udara segar dan suasana alam yang asri di Air Terjun Pringgodani menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus tempat yang ideal untuk trekking dan kegiatan penyegaran jiwa.
Pengunjung disarankan untuk tidak langsung mengakhiri perjalanan setelah menikmati area pemandian di Centhung Blumbang, melainkan melanjutkan trekking ke Air Terjun Pringgodani untuk menikmati panorama lereng Gunung Lawu yang memukau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow