Donald Trump Batalkan Penandatanganan RUU Perumahan di Washington
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak membatalkan acara penandatanganan rancangan undang-undang (RUU) perumahan bipartisan di Gedung Kapitol, Washington, pada Rabu, 24 Juni 2026. Pembatalan ini dilakukan Trump untuk menekan Senat agar mengesahkan RUU pemilihan umum yang mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi pemilih.
Dilansir dari Associated Press, RUU bertajuk 21st Century ROAD to Housing Act tersebut sebenarnya telah disetujui oleh Kongres dengan dukungan bipartisan yang besar, yakni 85 suara di Senat dan hampir 400 suara di DPR. Undang-undang ini dirancang untuk mengatasi krisis keterjangkauan rumah di AS melalui peningkatan pasokan rumah modular dan pembatasan pembelian rumah tunggal oleh investor ekuitas swasta.
Trump mengumumkan pembatalan tersebut melalui media sosial Truth Social sekitar satu setengah jam sebelum acara dimulai, saat Ketua DPR Mike Johnson dan jajaran pemimpin fraksi Republik sedang bersiap di National Statuary Hall.
"hereby cancelled until such a time as we pass the desperately needed SAVE AMERICA ACT, which I consider to be a National Emergency." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Kebijakan penundaan ini memicu perdebatan sengit di internal partai Republik sendiri karena isu harga hunian merupakan fokus utama menjelang pemilu sela.
"The president doesn’t want it," kata Thom Tillis, Senator Republik dari North Carolina.
Ia menambahkan bahwa fraksinya tidak boleh mengabaikan lonjakan biaya hidup masyarakat.
"If it’s not on his agenda, then give us something else to address the affordability issue that we all agree is always an issue in elections," kata Thom Tillis, Senator Republik dari North Carolina.
Tillis juga menilai situasi ini justru memberikan keuntungan narasi politik bagi partai oposisi.
"There is a huge group of people who really appreciate what the president's doing right now, and it's the Democratic Party," kata Thom Tillis, Senator Republik dari North Carolina.
Ia meminta agar koordinasi di internal partai diperbaiki.
"And we've got to get our act together and stop surprising people and start having … working messages." kata Thom Tillis, Senator Republik dari North Carolina.
Ia menganggap pembatalan skema perumahan ini membingungkan.
"This housing bill was a very clear, bipartisan effort to address some of the basics of affordability, and we are here," kata Thom Tillis, Senator Republik dari North Carolina.
Ia menegaskan ketidaksetujuannya secara singkat.
"It makes no sense." kata Thom Tillis, Senator Republik dari North Carolina.
Di sisi lain, Senator Demokrat Elizabeth Warren yang menjadi salah satu perancang utama undang-undang perumahan tersebut mengecam keras langkah egois Trump.
"Can I underline crisis three times? We have a bill that Republicans and Democrats have built. It is good for urban America, rural America, first-time homebuyers, renters, seniors, families that are expanding," kata Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.
Warren menilai Trump sama sekali tidak memedulikan nasib warga kelas pekerja.
"It's a bill about doing good things. And Donald Trump says he just doesn't care." kata Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.
Dalam wawancara terpisah dengan CNBC, Warren kembali menyatakan keheranannya atas sikap presiden.
"doesn’t make any sense." kata Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.
Ia menganggap hal tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian nyata.
"It’s complete indifference to the cost squeeze on American families and to genuine efforts to do something about it. You know, he could be over here trying to claim the victory lap, and instead, he’s saying, no, he doesn’t want anything to do with it," kata Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.
Meskipun demikian, Warren optimis bahwa aturan baru ini pada akhirnya akan dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Over time, [Americans] should notice there’s more housing available, and that’s true for urban areas and rural areas, true for renters and for buyers," kata Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.
Sikap Trump juga dinilai membingungkan para senator senior Republik lainnya yang mengetahui bahwa suara untuk meloloskan SAVE America Act di Senat saat ini tidak mencukupi.
"inexplicable." kata John Cornyn, Senator Republik dari Texas.
Cornyn menyebut situasi penolakan penandatanganan ini tidak memiliki preseden hukum yang jelas.
"I mean, this, this is not — I don't know if there is precedent for it," kata John Cornyn, Senator Republik dari Texas.
Ia mengingatkan rekan-rekannya untuk melihat peta kekuatan politik yang ada di parlemen.
"At some point, we got to deal with reality," kata John Cornyn, Senator Republik dari Texas.
Sementara itu, Senator John Kennedy menyatakan dukungannya terhadap substansi undang-undang pemilu yang diusung Trump, meski mengakui realita sulitnya pengumpulan suara di Senat.
"I will stand on one leg and bark like a dog if that's what it takes to help this pass," kata John Kennedy, Senator Republik dari Louisiana.
Namun, ia menegaskan tidak bisa memaksa pilihan politik senator lain.
"But you can't make people vote in a way that they don't want to do. I mean, that's what we're up against." kata John Kennedy, Senator Republik dari Louisiana.
Dari pihak kepemimpinan fraksi mayoritas Senat, John Thune sempat memilih irit bicara sesaat setelah pengumuman pembatalan menyebar.
"I guess I would say at this point I don’t have any observations about it," kata John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat Republik dari South Dakota.
Setelah menghadiri rapat makan siang tertutup bersama Trump di Capitol, Thune melunak dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Gedung Putih.
"his call to make" kata John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat Republik dari South Dakota.
Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa draf tersebut sudah melalui proses panjang.
"been worked on for a long time." kata John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat Republik dari South Dakota.
Kritik tajam juga datang dari kubu oposisi di ruang sidang utama Senat yang menganggap tindakan Trump mempermalukan diri sendiri.
"and stop making such a fool of himself." kata Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat Demokrat dari New York.
Schumer menyayangkan sikap mundur presiden dari produk hukum yang krusial.
"It’s utterly amazing," kata Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat Demokrat dari New York.
Ia menambahkan bahwa RUU tersebut merupakan satu-satunya pencapaian yang berdampak langsung bagi rakyat.
"Trump is running away from one of the very few accomplishments that could actually help the American people." kata Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat Demokrat dari New York.
Sebaliknya, Ketua DPR Mike Johnson mencoba meredakan ketegangan dengan menjelaskan bahwa penundaan ini merupakan strategi waktu.
"We’re delaying this," kata Mike Johnson, Ketua DPR AS dari Partai Republik.
Johnson menyebut presiden masih memiliki tenggat waktu konstitusional sebelum mengambil keputusan akhir.
"He has a window of time before he has to sign a bill." kata Mike Johnson, Ketua DPR AS dari Partai Republik.
Berdasarkan data ekonomi dari Center for Housing Policy, pasar properti AS berada pada tingkat keterbatasan tertinggi dalam satu generasi, di mana harga rumah nasional melonjak 54 persen sejak tahun 2020 akibat kelangkaan pasokan.
"The 21st Century ROAD to Housing Act passing both chambers is a milestone not just for housing policy, but for what’s possible when Congress works together," kata Dennis Shea, Wakil Presiden Eksekutif Center for Housing Policy.
Shea menilai langkah legislatif ini sudah sangat dinantikan oleh keluarga yang kesulitan finansial.
"For the families who’ve been priced out, squeezed out, or left behind by a broken housing market, this is a meaningful step — and it’s long overdue." kata Dennis Shea, Wakil Presiden Eksekutif Center for Housing Policy.
Pakar ekonomi perumahan menilai penundaan penandatanganan ini berpotensi memperlama masa tunggu para calon pembeli rumah di AS.
"We need more homes built, and legislation that removes construction barriers is exactly what the market needs right now," kata Daryl Fairweather, Kepala Ekonom Redfin.
Fairweather menyebut minimnya inventori rumah di pasar menjadi kendala utama saat ini.
"Homebuyers who were hoping for relief may have to wait even longer, and in a market already starved for inventory, that’s a tough pill to swallow." kata Daryl Fairweather, Kepala Ekonom Redfin.
Ia memproyeksikan regulasi ini baru akan berdampak melonggarkan tekanan harga rumah beberapa tahun ke depan melalui pembangunan rumah kota dan hunian multifungsi.
"It won’t make housing more affordable overnight, but in the coming years we will see more construction of town homes, multifamily housing, and ADUs," kata Daryl Fairweather, Kepala Ekonom Redfin.
Ketua DPR Mike Johnson dijadwalkan melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis, 25 Juni 2026, guna membahas langkah strategis fraksi Republik selanjutnya terkait RUU perumahan dan pemilu tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow