Donald Trump Gertak Oman Terkait Ketegangan Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan gertakan keras terhadap Kesultanan Oman dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu, 27 Mei 2026. Ketegangan diplomatik ini dipicu oleh perebutan kendali atas Selat Hormuz, jalur maritim paling krusial bagi pasokan minyak mentah dunia.

Gedung Putih menuntut komitmen Oman untuk tidak berkompromi dengan Iran yang berencana memungut tarif tol di jalur internasional tersebut. Langkah Washington ini mempertegas eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Selat Hormuz memiliki peran yang sangat vital bagi stabilitas ekonomi dunia karena menjadi jalur utama distribusi energi. Gangguan pada kawasan maritim ini dipastikan akan langsung memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.

Trump Ancam Serang Oman Jika Ikut-ikutan Iran Kendalikan Selat Hormuz | Sindo Today | 29/05 | METRO TV

Dampak Geopolitik Jalur Maritim Dunia

Berikut adalah sejumlah data penting mengenai signifikansi strategis Selat Hormuz dalam lanskap energi global saat ini:

  • Mengakomodasi lebih dari 20% lalu lintas minyak mentah dunia setiap harinya.
  • Menjadi jalur utama bagi kapal tanker dari negara-negara produsen terbesar di Teluk Persia.
  • Menghubungkan langsung pasar produsen Timur Tengah dengan konsumen di Asia, Eropa, dan Amerika.

Tekanan Washington terhadap Oman mencerminkan kekhawatiran mendalam sekutu Barat terhadap potensi blokade total atau pembatasan sepihak oleh Teheran. Oman, yang secara geografis berbatasan langsung dengan selat tersebut, berada di posisi dilematis dalam menjaga netralitas diplomasinya.

Situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz sebenarnya telah berada dalam fase kritis sejak awal tahun ini. Rentetan insiden militer dan manuver politik antarnegara memperuncing konfrontasi di wilayah perairan tersebut.

Garis Waktu Konflik di Selat Hormuz dan Kawasan Sekitarnya (Tahun 2026)
Waktu KejadianPeristiwa Militer dan Diplomasi
Akhir Februari 2026Serangan udara mendadak oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Maret 2026Menteri Luar Negeri Oman menulis opini khusus di majalah The Economist mengenai stabilitas kawasan.
27 Mei 2026Presiden Donald Trump menggelar rapat kabinet mendesak dan mengeluarkan gertakan kepada Oman.

Sebelumnya, ketegangan sempat merembet ke wilayah sekitar setelah fasilitas rahasia Israel di gurun Irak mendapat serangan pada Maret 2026. Fasilitas tersebut dilaporkan telah berdiri sesaat sebelum perang pecah pada akhir Februari 2026, dan keberadaannya tercium setelah penemuan pangkalan oleh sebuah keluarga setempat dua hari pascapencarian hilangnya Awad al-Shammari.

Aktivitas militer di gurun tersebut sejatinya bukan hal baru bagi intelijen global. Pangkalan kedua Israel di gurun Irak tercatat pernah digunakan dan diketahui oleh Washington sejak Juni 2025, tepatnya saat konflik Iran terdahulu sedang berkecamuk.

Agenda Besar di Balik Gertakan AS

Gertakan keras Trump kepada Oman dinilai oleh banyak analis sebagai upaya untuk mengamankan kepentingan ekonomi domestik dan global Amerika Serikat. Dengan menguasai atau memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, Washington dapat mendikte arus perdagangan energi internasional.

Di sisi lain, posisi Oman yang selalu bertindak sebagai mediator regional kini sedang diuji secara langsung oleh Gedung Putih. Pihak berwenang Muscat hingga kini masih menimbang langkah strategis guna merespons ancaman sepihak dari pemerintah Amerika Serikat tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed