Donald Trump Buka Peluang Negosiasi Baru Konflik AS dan Iran

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan adanya peluang baik untuk mencapai kemajuan dalam negosiasi damai dengan Iran, setelah kedua pihak menghentikan serangan selama tiga hari berturut-turut di tengah sengketa jalur pelayaran Selat Hormuz. Jeda pertempuran yang dimulai sejak Jumat terjadi setelah 13 malam serangan udara intensif AS ke wilayah Iran. Penangguhan serangan militer ini dilaporkan mengikuti saran komandan militer AS yang menilai target pengeboman telah mencapai batasnya serta kekhawatiran atas menipisnya amunisi udara. Pemerintah AS menegaskan negosiasi sedang berjalan, namun memberikan peringatan keras jika proses diplomasi tersebut gagal mencapai kesepakatan.

"Kami sedang berbicara saat ini," kata Mr. Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menyebut Iran mengalami tekanan berat selama dua minggu terakhir sebelum jeda pertempuran terjadi. "Iran menerima pukulan keras selama 14 hari terakhir, dan mereka meminta kami dengan sangat sopan, 'tolong hentikan, mari kita bertemu,'" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan terkait permintaan dari pihak Tehran tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Iran. "Mediator mungkin menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di kawasan. Namun saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Meskipun demikian, pihak AS menyatakan optimisme bahwa pembicaraan baru dapat membuahkan hasil positif untuk mengakhiri konflik. "Saya memiliki banyak kesabaran… Kita lihat apa yang terjadi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Trump menegaskan kembali keyakinannya mengenai potensi kesepakatan antar kedua negara.

"Saya pikir ada kesempatan baik bahwa sesuatu bisa terjadi," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dalam kesempatan terpisah saat berbicara di Michigan, Trump kembali menegaskan bahwa proses dialog terus berlangsung. "saat ini, mereka sedang berbicara dengan kita untuk membuat kesepakatan," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Namun, Trump menegaskan posisi AS jika diplomasi tidak membuahkan hasil dalam waktu dekat.

"kami kembali melakukan apa yang kami lakukan" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ia juga menepis kekhawatiran terkait menipisnya stok amunisi militer AS di tengah konflik yang telah berlangsung hampir lima bulan tersebut. "Kami memiliki banyak amunisi. Kami juga memiliki banyak barang tingkat menengah, lebih dari yang bisa kami gunakan apa pun yang terjadi," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

AS kembali menegaskan kesiapan militernya jika pembicaraan gagal mencapai titik temu. "Kami sedang melakukan pembicaraan yang baik," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menyoroti peluang terjadinya kesepakatan sembari mengulang konsekuensi jika negosiasi menemui jalan buntu. "Saya pikir ada kesempatan baik bahwa sesuatu bisa terjadi, dan jika itu terjadi, bagus, jika tidak, kami kembali melakukan apa yang kami lakukan dua hari lalu," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Saat berbicara dalam rapat umum kampanye di Michigan, Trump menyampaikan pandangannya mengenai pendekatan terhadap Iran.

"Anda tidak bisa menyuap mereka. Anda harus mengalahkan mereka, dan kami akan mengalahkan mereka habis-habisan. Tapi kita lihat bagaimana hasilnya nanti. Saat ini, sedang ada negosiasi yang sangat bersahabat," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pihak Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa klaim mengenai pihaknya yang meminta negosiasi adalah hal tidak benar. "Ini tidak ada dalam DNA kami," kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran. Selain bantahan diplomasi, juru bicara Kemenlu Iran mengecam tindakan diplomatik dan kebijakan AS di kawasan.

Baqaei menyatakan bahwa perilaku Washington dalam beberapa tahun terakhir "menyerupai geng mafia yang tidak mematuhi aturan atau hukum apa pun."

Di tengah dinamika diplomasi, insiden serangan drone melanda wilayah Arab Saudi, Yordania, dan Irak, sementara ketegangan kontrol atas Selat Hormuz tetap menjadi hambatan utama dalam penyelesaian konflik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed