Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah AS, Iran Balas dengan Klaim California

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS dalam unggahan pada 18 Agustus 2026, yang memicu respons keras Iran dengan mengklaim negara bagian California sebagai wilayah baru Teheran. Trump mengunggah peta yang menandai Selat Hormuz sebagai bagian dari AS di platform Truth Social, disusul repost dari akun resmi Gedung Putih di media sosial X, menegaskan niatnya menguasai jalur perairan strategis tersebut setelah perang berakhir, menurut detikcom. Menanggapi klaim Trump, Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, memposting peta AS yang menyoroti California sebagai "wilayah baru Republik Islam Iran" di media sosial X, menulis "Amerika Serikat kecuali California," lapor Anadolu Agency.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut pernyataan Trump sebagai khayalan yang akan segera diluruskan oleh Iran.

"Khayalannya mengenai Selat Hormuz akan segera diluruskan, atau kami yang akan meluruskan khayalan pria yang penuh delusi ini," ujar Gharibabadi. California, khususnya Los Angeles, dikenal sebagai pusat komunitas Iran terbesar di luar negeri dengan sekitar 141.000 warga keturunan Iran tinggal di Los Angeles County, menurut Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola oleh Center for Eastern Studies di UCLA.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah perang berkecamuk berbulan-bulan antara AS dan Iran, meski kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni 2026 untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan perdamaian, namun perundingan terhenti terkait aturan navigasi di Selat Hormuz. Dalam konteks yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan pentingnya kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dalam diskusi dengan Penasihat Keamanan Nasional UEA, Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, menyangkut keamanan kawasan dan penyerangan Iran terhadap UEA, lapor ANTARA.

Trump juga mengancam akan menyerang Oman jika negara itu menghambat negosiasi dengan Iran, termasuk pembahasan Selat Hormuz, sebagaimana dilaporkan Serambinews.com pada 17 Agustus 2026. "Jika Oman menghalangi, kami akan membom mereka habis-habisan," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, mengindikasikan tekanan keras AS dalam diplomasi dan ancaman militer terhadap Iran dan sekutunya. Trump menambahkan bahwa Washington memiliki saluran komunikasi langsung dengan pejabat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), namun tetap menuntut Iran menyerah.

"Mereka pemain poker yang bagus, tetapi mereka sedang sekarat," kata Trump.

Perwakilan Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, mengejek klaim Trump soal Selat Hormuz dengan menyebutnya sebagai lelucon dan "selera humor yang sangat istimewa," menurut CNN Indonesia. Iran cenderung menanggapi klaim itu dengan dingin, sementara akun resmi Iran di media sosial menyebarkan tanggapan satir dengan menandai California sebagai wilayah mereka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed