Trump Perintahkan Pengurangan Latihan Militer AS-Korsel Terkait Kim Jong Un

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengurangan signifikan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan pada 17 Agustus 2026, yang bertepatan dengan ketegangan soal Korea Utara dan hubungan Trump dengan Kim Jong Un, pemimpin Korut.

Keputusan ini diumumkan sehari sebelum latihan dimulai dan menjadi sorotan setelah Trump memicu kontroversi dengan meneriaki wartawan yang menanyakan apakah pengurangan latihan itu atas permintaan Kim Jong Un.

Trump menilai biaya latihan tersebut besar dan mengaitkan keputusan itu dengan penolakan Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam operasi militer AS terhadap Iran. Sekitar 28.500 tentara AS ditempatkan di Korea Selatan, sedangkan latihan gabungan melibatkan sekitar 18.000 personel Korea Selatan.

Dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih, Trump berkata, "Diam! Diam! Diam!

Diam!" kepada wartawan yang bertanya soal Kim Jong Un dan menyebut wartawan itu "berita palsu" dan "orang yang berisik dan gaduh." Trump juga menyatakan hubungan dirinya dengan Kim Jong Un "sangat baik" dan komunikasi berjalan "sangat positif" sehingga membuat situasi "jauh lebih aman."

Trump menegaskan, "Anda lihat, sebenarnya saya membuatnya jauh lebih aman. Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat," dan menambahkan, "Saya memahaminya. Dia memahami saya."

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menanggapi keputusan tersebut dengan peringatan untuk bersiap menghadapi skenario terburuk, meski menegaskan latihan militer gabungan bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk menyerang Korea Utara. "Menjaga perdamaian adalah hal yang paling penting bagi Korea Selatan, tetapi kita juga perlu bersiap menghadapi skenario terburuk," kata Lee, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia.

Korea Utara selama ini mengecam latihan militer gabungan sebagai latihan persiapan invasi dan mengancam akan memberikan respons dengan "tingkat pencegahan baru." Latihan Ulchi Freedom Shield dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus 2026.

Trump juga mengkritik Korea Selatan karena dianggap tidak membantu AS dalam konflik dengan Iran. "Kami menempatkan 39.000 tentara di sana untuk melindungi kalian dari Kim Jong Un, tetangga sebelah kalian, namun kalian tidak mau membantu kami," ujar Trump.

Senator Partai Demokrat Jack Reed mengkritik keputusan Trump dan memperingatkan hal itu memberi keuntungan kepada China dan Rusia. "Ini adalah keputusan bodoh dan sembarangan lainnya dari Presiden Trump dan pemerintahannya yang kacau," kata Reed.

Latihan militer Ulchi Freedom Shield merupakan persiapan menghadapi kemungkinan perang dengan Korea Utara dan melibatkan simulasi pertempuran menghadapi pasukan Pyongyang yang dinilai semakin terlatih, termasuk setelah keterlibatan pasukan Korut di Rusia dalam invasi Ukraina.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan memastikan koordinasi erat dengan Washington selama latihan berlangsung, meski ketegangan keamanan di Asia Timur makin menguat setelah pengumuman pengurangan latihan militer dari AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed