Universidad Catolica Jamu Estudiantes di Leg Kedua 16 Besar
Universidad Catolica menjamu Estudiantes de La Plata pada laga leg kedua babak 16 besar Copa Libertadores di Claro Arena, Selasa (18/8/2026) malam waktu setempat. Tuan rumah harus bertanding tanpa penyerang andalannya, Fernando Zampedri, yang terkena sanksi akumulasi kartu kuning.
Hasil imbang 1-1 pada leg pertama di Argentina membuat kedua tim masih memiliki peluang sama besar untuk lolos ke perempat final. Pemenang laga ini dijadwalkan bakal berhadapan dengan pemenang antara Corinthians melawan Rosario Central pada babak berikutnya.
Absennya Zampedri menjadi pukulan telak bagi pelatih Daniel Garnero. Sepanjang musim 2026, bomber asal Argentina itu mencetak 28 gol dari total 80 gol yang diraih timnya, atau menyumbang sekitar 35 persen produktivitas tim secara keseluruhan. Di ajang Copa Libertadores, sang pemain mengemas empat dari sembilan gol tim.
Pelatih Universidad Catolica, Daniel Garnero, mengakui peran vital sang kapten di dalam skuadnya menjelang laga krusial tersebut.
"Zampedri adalah pemain paling penting dalam sejarah klub. Dia adalah legenda hidup dan berada di tahun ketujuh berturut-turut sebagai pencetak gol terbanyak liga Chile, jadi ini adalah kehilangan yang sangat penting dan kami harus bersiap untuk memainkan pertandingan terbaik yang kami bisa," kata Garnero.
Selain Zampedri, Universidad Catolica juga kehilangan Cristián Cuevas yang menjalani hukuman larangan bertanding. Di sisi lain, Diego Valencia dan Juan Francisco Rossel masih absen akibat cedera, sementara Clemente Montes baru kembali masuk daftar panggil setelah dua bulan absen.
Atas kondisi tersebut, penyerang Fernando Zampedri memberikan dukungan semangat kepada rekan-rekan satu timnya dari luar lapangan.
"Bagian saya harus berada di luar, tetapi kami percaya pada tim. Kami akan menyiapkan laga balik ini dan berharap semuanya berjalan baik bagi kami," ujar Zampedri.
Dukungan moral juga datang dari mantan penyerang klub, Nicolas Castillo, yang meminta para pendukung untuk fokus memberikan dukungan penuh di stadion.
"Besok bukan saatnya untuk mencela. Besok bukan saatnya membicarakan manajemen. Besok adalah waktunya untuk mendukung," tulis Castillo melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menekankan pentingnya peran suporter untuk membakar semangat para pemain yang berlaga di lapangan.
"Nanti akan ada waktu untuk mengeluh, menuntut, dan mengatakan apa yang kita pikirkan. Namun ketika mereka yang berada di lapangan melakukan kesalahan, saat itulah mereka paling membutuhkan kita. Sebuah umpan yang buruk, bola yang hilang, sebuah kesalahan… di situlah suara kita harus terdengar lebih keras," tambah Castillo.
Ia juga meminta fans tetap memberikan rasa hormat kepada siapa pun pemain yang diturunkan oleh pelatih.
"Dan ketika siapa pun yang bermain, siapa pun yang mendapat giliran, kita suka atau tidak, dia didukung. Karena selama mengenakan jersey ini, dia adalah salah satu dari kita. Biarkan mereka merasakan kehadiran kita di sana. TIM MEMBUTUHKAN KITA," kata Castillo.
Sementara itu, tim tamu Estudiantes datang ke Chile dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan 4-0 atas Gimnasia di liga domestik. Pelatih Alexander Medina memboyong 29 pemain, termasuk Leandro Gonzalez Pires dan Santiago Arzamendia yang telah pulih dari cedera.
Estudiantes diprediksi melakukan dua perubahan komposisi pemain starter. Eric Meza diperkirakan kembali mengisi posisi bek kanan menggantikan Eros Mancuso, sedangkan kapten Guido Carrillo disiapkan tampil sejak awal menggantikan Adolfo Gaich di lini depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow