Universitas Terbuka Perluas Akses Pendidikan dan Kukuhkan 12 Guru Besar

Smallest Font
Largest Font

Universitas Terbuka (UT) memperluas jangkauan pendidikan tinggi bagi 768.248 mahasiswa teregistrasi sekaligus mengukuhkan 12 guru besar baru dalam momentum Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Langkah penambahan riset dan fasilitas pembelajaran jarak jauh tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta menjawab persoalan terbatasnya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.

Berdasarkan data semester 2025 ganjil, sebanyak 60,72 persen mahasiswa UT berusia di bawah 25 tahun, dan sekitar 79,9 persen di antaranya telah bekerja atau memiliki aktivitas profesional selama menempuh perkuliahan.

Selain fleksibilitas sistem belajar, lembaga pendidikan negeri ini mengelola dana beasiswa lebih dari Rp44 miliar yang disalurkan kepada 23.375 mahasiswa, termasuk 9.337 penerima dari kelompok berpenghasilan rendah melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) serta CSR mitra.

Sekretaris Universitas Terbuka, Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com., menegaskan pentingnya keterjangkauan akses belajar bagi peningkatan kualitas masyarakat Indonesia.

"Peningkatan kesejahteraan berkaitan erat dengan tingkat literasi dan kualitas sumber daya manusia. UT ingin menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani perguruan tinggi negeri maupun swasta agar mereka memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Guna menjaga relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja yang berubah cepat, evaluasi kurikulum dan pemantauan bahan ajar dilakukan secara berkala bersama asosiasi profesi serta pengguna lulusan melalui kajian tracer study.

"Ketika mendesain kurikulum, kami wajib melibatkan pemangku kepentingan atau stakeholder. Salah satunya adalah pengguna lulusan dan asosiasi profesi. Dengan demikian, kompetensi lulusan UT dapat tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja," jelasnya.

Penyesuaian tersebut mencakup pembaharuan metode pembelajaran hingga evaluasi hasil belajar guna memastikan kesiapan mahasiswa di lingkungan kerja.

"UT secara konsisten memperbaiki kurikulum, terutama berkaitan dengan kompetensi yang harus dimiliki lulusan. Kami melakukan pemantauan, kemudian menyesuaikan bahan ajar, metode pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar," tegasnya.

Di sisi lain, pengukuhan 12 akademisi baru menambah jumlah total guru besar di UT menjadi 45 orang, yang mencakup kepakaran di bidang pendidikan, bahasa, matematika, tata kelola pemerintahan, politik, lingkungan, serta transformasi digital.

Transformasi akademis ini diarahkan untuk menggeser fokus institusi dari teaching-led university menjadi perguruan tinggi berbasis penelitian yang berfokus pada pemecahan masalah nasional.

"Guru besar dan setiap pendidik di UT diharapkan menghasilkan riset dan inovasi yang dapat menjadi bagian dari solusi atas persoalan bangsa. Sebagai perguruan tinggi negeri, kami juga diukur berdasarkan dampak yang dihasilkan. Karena itu, riset tidak hanya berakhir sebagai publikasi, tetapi idealnya dapat digunakan untuk memecahkan persoalan dan mendukung kemajuan bangsa," tuturnya.

Deretan akademisi yang baru dikukuhkan meliputi Prof. Dr. Juhana, M.Pd., Prof.

Dr. Yumiati, M.Si., Prof. Dr.

Siti Aisyah, M.Pd., Prof. Made Yudhi Setiani, S.IP., M.Si., Ph.D., Prof. Dr.

Milwan, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Tita Rosita, M.Pd., Prof.

Dr. Siti Aisyah, M.Si., Prof. Dr.

Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si., Prof. Dr.

Suparti, M.Pd., Prof. Dr. Mery Noviyanti, S.Si., M.Pd., serta Prof.

Dr. Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed