Warga Air Bini Geruduk ULP PLN Tarempa Akibat Listrik Padam

Smallest Font
Largest Font

Ratusan warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, mendatangi Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tarempa pada Selasa (25/8/2026) malam. Aksi tersebut dipicu oleh pemadaman listrik yang terjadi hingga lima kali dalam sehari di wilayah pemukiman mereka.

Massa yang terdiri dari berbagai kalangan usia tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor. Kedatangan warga dipimpin langsung oleh Kepala Desa Air Bini, Landa, dengan dikawal oleh pihak kepolisian.

Ketidakstabilan pasokan listrik tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas harian rumah tangga dan sektor usaha warga setempat. Masyarakat merasa dirugikan karena jadwal pemadaman berlangsung tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pihak penyedia layanan.

"Hari ini saja, sudah lima kali padam. Kenapa selalu Air Bini saja. Kalau bisa ya adil, daerah lain juga," ujar Kepala Desa Air Bini, Landa.

Landa menambahkan bahwa persoalan pemadaman berulang ini sudah terjadi sejak lama dan memicu kejenuhan di tengah masyarakat.

"Ini bukan baru hari ini. Sudah lama kami merasakan kondisi seperti ini. Masyarakat sudah capek kalau listrik padam berulang-ulang tanpa ada kepastian," kata Landa.

Selain melumpuhkan kegiatan harian, aliran listrik yang padam dan menyala secara mendadak juga memicu kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik milik warga, seperti televisi dan kulkas. Jumlah total kerugian material akibat kerusakan perangkat tersebut belum dirinci.

"Peralatan elektronik masyarakat juga ada yang rusak. Televisi, kulkas dan peralatan lainnya bisa terdampak kalau listrik hidup mati seperti ini," ujar Landa.

Warga berharap PLN dapat memberikan kejelasan mengenai kendala teknis yang terjadi serta menerapkan sistem pembagian beban listrik secara merata ke wilayah lain.

"Kami datang ke sini untuk mencari solusi, bukan untuk membuat keributan. Kami hanya ingin pelayanan listrik yang adil dan kondisi listrik yang lebih stabil," kata Landa.

Di halaman kantor ULP PLN Tarempa, jumlah massa dilaporkan terus bertambah hingga malam hari karena hadirnya warga dari desa lain yang mengeluhkan hal serupa. Hingga kabar ini diturunkan, dilansir dari Kompas.com dan AFU.ID, PLN telah mengakui adanya gangguan pada sistem pembangkit dan berjanji melakukan perbaikan, meski belum merilis keterangan resmi terkait langkah penanganan teknisnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed