PLN Berlakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Sultra pada 12 September 2026

Smallest Font
Largest Font

PT PLN (Persero) ULP Wuawua kembali memberlakukan penghentian aliran listrik sementara secara bergilir di Kota Kendari dan sekitarnya pada Sabtu, 12 September 2026. Langkah ini diambil guna melakukan pemeliharaan jaringan serta menjaga kestabilan sistem kelistrikan setempat.

Pemadaman listrik di wilayah Sulawesi Tenggara ini dijadwalkan berlangsung dalam tujuh sesi mulai pukul 09.30 hingga 20.30 Wita. Selain pekerjaan pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan, penyesuaian pasokan listrik terjadi akibat dampak penurunan debit air PLTA Danau Poso akibat kekeringan.

Jadwal Pemadaman Listrik PLN ULP Wuawua Sabtu, 12 September 2026
Waktu PelaksanaanWilayah Terdampak
09.30 – 13.30 WitaKelurahan Abeli Dalam, Jalan Prof. M. Yamin, Jalan Poros Unaaha – Pondidaha, Jalan Bunggasi, Jalan H. Banawula Sinapoy, Jalan Ruruhi, Jalan Singa, Jalan Anoa, Jalan Kijang, Jalan Banteng, Jalan Belimbing, Jalan Kelapa, Jalan Kancil, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kecamatan Kapoiala, dan sekitarnya.
10.30 – 14.30 WitaJalan Simbo, Jalan Teporombua, Jalan Ade Irma Nasution, sebagian Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Brigjen M. Yoenoes, Jalan Sapati, Jalan La Ode Hadi, sebagian Jalan M.T. Haryono, Jalan Jati Raya, Jalan Rambutan, dan sekitarnya.
13.30 – 17.00 WitaJalan Brigjen Katamso serta Jalan Poros Baruga – Konda, mulai dari simpang Brimob hingga Desa Tanea, dan sekitarnya.
14.00 – 17.00 WitaJalan Gunung Latimojong, Jalan Pekuburan Punggolaka, Jalan Konggoasa, dan sekitarnya.
15.00 – 18.00 WitaJalan Wayong, Jalan Mekar, Jalan Mekar Indah, Jalan Budi Utomo, Jalan Chairil Anwar, dan sekitarnya.
16.30 – 19.30 WitaJalan H. Banawula Sinapoy, Jalan Samudra menuju Pelabuhan Bungkutoko, Jalan Poros Kendari – Andoolo, Jalan Poros Konda – Moramo Utara dari Desa Cialam hingga Desa Sanggula, Jalan Poros Kendari – Moramo, Jalan Poros Lapuko, Pengepakan Semen Tonasa, Jalan R.A. Kartini, serta Jalan Poros Baruga – Andoolo mulai Desa Ambaipua, Ranomeeto, Boroboro hingga Gunung Merah dan sekitarnya.
17.30 – 20.30 WitaJalan Poros Kendari – Moramo mulai Desa Lapuko hingga Desa Pudaria serta Jalan Poros Moramo Utara mulai PLTU DSSP Moramo dan sekitarnya.

Kondisi gangguan listrik yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir memicu respons dari pemerintah daerah. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diimbau untuk menyesuaikan jadwal operasional agar kegiatan produksi tetap berjalan selama masa pemadaman.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memberikan arahan agar para pelaku usaha memanfaatkan waktu secara optimal ketika listrik beroperasi.

"Nah, kan ini bergilir, agar supaya dimanfaatkan. Karena ini adalah kondisi yang tentu ini kita tidak inginkan ya," ujar Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari.

Penurunan debit air pasokan listrik disebut menjadi pemicu utama gangguan di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

"Ini karena adanya kekeringan di Danau Poso, itu karena dia pakai PLTA. Jadi sehingga berpengaruh terhadap Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan yang dialirkan dari itu," kata Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari.

Pemerintah daerah berharap pemulihan sistem dapat terealisasi secara cepat demi mengembalikan stabilitas perekonomian warga.

"Tapi mudah-mudahan segera pulih dan ada upaya-upaya bagaimana supaya ini listrik bisa kembali seperti semula," ungkap Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari.

Dampak pemadaman turut dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Rahayu, seorang mahasiswa di Kendari, terpaksa mendatangi kedai kopi demi mendapatkan akses listrik untuk merampungkan tugas kuliahnya.

"Jelas terganggu. Akhirnya saya pergi cari internet di coffee shop untuk selesaikan tugas kuliah, keluar lagi uang," ungkap Rahayu, Mahasiswa Kendari.

Sebagian pelaku UMKM di Kecamatan Baruga juga terpaksa menghentikan sementara aktivitas usahanya saat pemadaman berlangsung lantaran tidak memiliki pembangkit listrik cadangan.

"Jadi kita harus siasati dulu supaya tidak makan biaya. Tutup sesuai jadwal mati lampu, buka lagi setelah listrik menyala," ujar Pemilik UMKM di Kecamatan Baruga.

Durasi pemadaman yang melebihi perkiraan awal pengumuman turut dikeluhkan warga karena mengganggu ketepatan jadwal harian keluarga.

"Semalaman mati lampu sampai jam 2 dini hari, padahal di pengumuman PLN katanya menyala jam 12 malam. Kalau sebentar malam mati lagi, susah bangun pagi anak sekolah," keluh Rima, Ibu Rumah Tangga.

Menanggapi keluhan tersebut, PLN menyatakan tengah mengerahkan ratusan personel untuk mempercepat pemeliharaan sarana kelistrikan di sistem Sulawesi Bagian Selatan.

"Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan. Mari kita berdoa bersama agar prosesnya dipermudah sehingga dapat selesai sesuai jadwal," kata Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar.

Manajemen PLN menegaskan bahwa penataan beban terpaksa diberlakukan demi menjaga stabilitas pasokan listrik secara menyeluruh.

“Kami memahami kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” jelas Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar.

PLN menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau masyarakat memantau jadwal terkini secara berkala lewat aplikasi PLN Mobile.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. PLN akan terus melakukan upaya terbaik dan mempercepat penyelesaian pekerjaan agar kondisi kelistrikan dapat segera pulih dan kembali normal,” tutup Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed