Warga Bantaran Rel Senen Menempati Hunian Sementara Gratis

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 324 unit hunian sementara gratis siap ditempati oleh warga terdampak relokasi kawasan bantaran rel Stasiun Senen, Jakarta. Fasilitas ini dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama konsorsium BUMN setelah peninjauan pemerintah pada Maret 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau kawasan huntara tersebut pada Jumat (28/8/2026) malam untuk mengecek kondisi fisik tempat tinggal dan berinteraksi langsung dengan para penghuni yang telah mulai menempati lokasi baru tersebut.

"Malam ini menemui warga di hunian barunya. Mereka sebelumnya tinggal di kawasan pinggir rel kereta api Stasiun Senen, Jakarta. Semoga rumah baru ini menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh keluarga," tulisnya dalam akun Instagram @prabowo, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Suryani, salah satu penghuni yang masa kecilnya dihabiskan di pinggiran rel kereta api, mengungkapkan rasa bahagianya atas relokasi ke fasilitas baru penampungan ini.

"Bapak (Prabowo), terima kasih. Saya sudah senang banget Bapak sudah kasih tempat tinggal yang layak buat saya. Saya sudah enggak kaget lagi, Pak, tidur dengar suara kereta. Makanya saya bersyukur banget," ujar Suryani, dikutip dari siaran press Bakom RI.

Selama berpuluh-puluh tahun menetap di bantaran rel, Suryani mengaku selalu hidup dalam ketakutan akan adanya razia dokumen kependudukan maupun penertiban lokasi oleh pihak berwenang.

"Kalau lagi ada bongkaran itu kan suka ada dari PT KAI, dibongkar gitu, terus kadang suka ada razia, razia KTP itu yang saya takutkan," ungkapnya.

Penghuni lain bernama Syahrur Rosi (58), warga asal Madura, turut membagikan pengalamannya yang sebelumnya hanya tinggal di bawah tenda terpal sebelum dipindahkan ke bangunan huntara.

"Ya bersyukur, bahagia semuanya. Semuanya, yang awalnya dari atap terpal sekarang jadi kayak rumah. Alhamdulillah bahagia semuanya," ungkap Syahrur.

Kompleks huntara yang menempati lahan seluas 1,61 hektare milik PT Angkasa Pura Indonesia ini dibangun lengkap dengan perabotan serta fasilitas umum seperti dapur bersama, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau.

"Satu unit Huntara akan dilengkapi dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat makan, WC, dapur, mushola, dan ruang terbuka hijau," kata Menteri PKP Maruarar Sirait dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Sementara itu, skema pengoperasian kawasan hunian pada tahap awal dipastikan tidak membebankan biaya apa pun kepada masyarakat penerima manfaat.

"Untuk tahap awal tidak akan dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan terlebih dahulu. Nanti setelah enam bulan akan dilakukan evaluasi terkait pengelolaannya," ujar Dony.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed