Slavko Vincic Soroti Kritikan Wasit Final Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol pada Minggu (19/07/2026) memicu kontroversi besar terkait kepemimpinan wasit Slavko Vincic yang dinilai membiarkan pelanggaran keras para pemain Albiceleste.

Laga babak pertama berjalan penuh duel fisik intensitas tinggi di mana beberapa punggawa Argentina terhindar dari kartu kuning. Alexis Mac Allister tercatat melakukan pelanggaran keras dua kaki terhadap Dani Olmo di garis tengah, serta menjatuhkan Pedro Porro pada menit ketujuh, namun luput dari hukuman kartu.

Kinerja Vincic langsung mendapat sorotan tajam dari mantan wasit dan pengamat sepak bola Jerman. Mereka menilai ketegasan sang pengadil sangat minim dalam mengendalikan tensi pertandingan yang tinggi sejak awal laga.

"Por mucho que me guste, ¡eso es sin duda una tarjeta amarilla!" protes pakar perwasitan Patrick Ittrich di MagentaTV.

Ittrich menilai Vincic kehilangan kendali permainan sejak awal akibat membiarkan pelanggaran keras dari kubu Amerika Selatan tersebut. Pelanggaran keras lain juga menimpa Lamine Yamal yang dijatuhkan secara kasar oleh Nicolas Tagliafico tanpa ada sanksi kartu dari wasit.

"¿Y eso lo deja pasar?" tanya komentator ZDF Oliver Schmidt dengan nada terkejut.

Schmidt juga mengingatkan kembali kritik dari Thomas Tuchel pada laga semifinal sebelumnya yang mengecam minimnya kartu kuning bagi punggawa Argentina. Pada laga melawan Inggris tersebut, hanya Lisandro Martinez dan Cristian Romero yang tercatat menerima kartu kuning.

Sorotan terhadap performa lini tengah dan pertahanan Argentina juga dikomentari oleh mantan wasit Premier League yang bertugas.

"Es una amarilla clarísima por juego temerario. Entró con demasiada velocidad, luego golpeó a su rival con el pie de delante y con la segunda pierna. Me sorprende, porque el cuarto árbitro tiene la visión perfecta y, en consecuencia, podría haber avisado" kata mantan wasit Premier League Graham Scott.

Sebelum pertandingan final ini berlangsung, analisis mengenai kesiapan fisik dan performa tim telah diprediksi oleh keluarga pemain. Tim tango dinilai harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka untuk menghadapi kekuatan matador.

"Veo un equipo argentino que había jugado al 60 por ciento de lo que podía, que contra Inglaterra jugó al 90 y con España necesitará el cien por ciento" kata Carlos Mac Allister kepada EL MUNDO pada Jumat (17/07/2026).

Mantan pemain Boca Juniors itu menegaskan bahwa performa impresif saat menyingkirkan Inggris tidak akan cukup tanpa adanya peningkatan performa total di lapangan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed