Victor Wembanyama Bawa San Antonio Spurs Menang pada Game 3 NBA Finals

Smallest Font
Largest Font

Pebasket San Antonio Spurs Victor Wembanyama tampil dominan di Madison Square Garden pada Senin malam untuk membawa timnya menang 115-111 atas New York Knicks pada Game 3 NBA Finals. Kemenangan tipis tersebut memperkecil ketertinggalan San Antonio Spurs menjadi 2-1 dalam seri final, sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara pertama mereka sejak 2014. Wembanyama mencatatkan kontribusi besar bagi San Antonio Spurs dengan membukukan 32 poin, delapan rebound, dan enam assist, lewat efisiensi tembakan mencapai 61,1 persen dari lapangan serta 50 persen untuk tembakan tiga angka.

Performa impresif pemain muda ini mendapat pujian dari legenda Pro Football Hall of Fame Cris Carter dalam segmen podcast "Fully Loaded" pada hari Rabu.

"Dirk (Nowitzki) would tell you, at 22, he wished he could shoot like Wemby. Dirk couldn’t shoot off the dribble, man. He’s a spot-up shooter.

No, he cannot shoot like him. If they have a three-point shooting contest on the move, there’s no discredit. Wemby is one of a lifetime." kata Cris Carter.

Kendati tampil gemilang, laga tersebut juga diwarnai kontroversi ketika Wembanyama mendorong guard New York Knicks Jalen Brunson hingga terjatuh pada kuarter pertama namun terlepas dari hukuman pelanggaran.

Pihak NBA kemudian memutuskan untuk tidak menaikkan status insiden tersebut menjadi flagrant foul menjelang pelaksanaan Game 4, sebuah langkah yang memicu kritik luas dari para analis dan penggemar. Pembawa acara Dan Patrick secara terbuka mengkritik keputusan wasit NBA serta mengecam gaya bermain Wembanyama yang dinilai semakin kasar dalam segmen "Dan Patrick Show" pada hari Rabu.

"There was something yesterday that was decided that Victor Wembanyama did not get a flagrant foul," kata Dan Patrick. Ia menambahkan bahwa Senior Vice President of Referee Development and Training NBA Monty McCutchen telah mengakui adanya kesalahan karena mengabaikan dorongan Wembanyama ke bagian atas tubuh Jalen Brunson. "Now, they didn’t call a flagrant. They should have called a flagrant because that’s what it was." ujar Dan Patrick.

Sebelum insiden tersebut, Wembanyama tercatat sudah mengantongi dua poin flagrant akibat pelanggaran tingkat Flagrant 2 pada semifinal Wilayah Barat melawan Minnesota Timberwolves, yang dipicu sikutannya ke rahang Naz Reid.

Akumulasi empat poin flagrant selama babak playoff akan menghasilkan sanksi larangan bertanding dalam satu laga, sehingga keputusan NBA terkait insiden melawan Knicks ini menghindarkan Wembanyama dari risiko skorsing di sisa seri final.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed