Nasional
10 Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883
Smallest Font
Largest Font
Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 merupakan salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah yang diperkirakan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa serta merubah iklim global. Berikut adalah 10 fakta mengenai letusan dahsyat tersebut:
- 1883 bukan pertama kali Krakatau meletus — Gunung ini sudah lama dikenal masyarakat Jawa dan diduga pernah meletus dahsyat pada abad ke-6 hingga memicu perubahan iklim global, serta tercatat meletus lagi pada 1680.
- Erupsi berlangsung beberapa bulan — Erupsi dimulai sejak Mei 1883 dengan semburan abu dan uap, sebelum akhirnya mencapai fase puncak mematikan pada 25 hingga 27 Agustus 1883.
- Jasa Rogier Verbeek — Penelitian ahli geologi Belanda ini pascabencana menghasilkan laporan 550 halaman yang mendokumentasikan dampak letusan dan memicu lahirnya ilmu vulkanologi modern.
- Menghasilkan suara paling keras — Ledakan puncak pada 27 Agustus pukul 10:02 pagi menjadi suara terkeras dalam sejarah tercatat, terdengar hingga Australia Barat dan gelombang suaranya mengelilingi Bumi 7 kali.
- Muncul tsunami — Letusan memicu gelombang tsunami setinggi 40 meter yang menghancurkan 300 desa di Selat Sunda dan dampaknya terasa hingga ke perairan Afrika Selatan.
- Awan panas mematikan — Aliran piroklastik meluncur di atas permukaan laut menunggangi uap panas, menghantam pesisir dan menewaskan sekitar 4.000 orang.
- Berdampak ke seluruh dunia — Semburan abu dan gas ke atmosfer menurunkan suhu rata-rata global, memicu langit terbenam berwarna merah menyala, serta menginspirasi lukisan The Scream.
- Pulau Krakatau hampir hancur seluruhnya — Letusan meruntuhkan tubuh gunung hingga membentuk kaldera laut, yang kemudian menjadi tempat munculnya Anak Krakatau pada tahun 1927.
- Sebagian zona bencana jadi taman nasional — Area dataran rendah Jawa Barat yang hancur dan ditinggalkan berkembang kembali menjadi alam liar yang kini dikenal sebagai Taman Nasional Ujung Kulon.
- Mungkin bukan letusan terakhir — Para ahli vulkanologi terus mewaspadai aktivitas Anak Krakatau yang masih aktif dan berpotensi menimbulkan ancaman bencana di masa depan.
Follow pdiperjuanganbali.id
Add to preferred sources on Google
Editors Team
Kiana Elvaretta
Author
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow