6 Kebiasaan Orang Tua yang Membentuk Mental Kuat pada Anak
Pola asuh orang tua memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan mental anak selama masa tumbuh kembang. Alih-alih langsung membantu saat anak menghadapi kesulitan, para ahli menyarankan agar orang tua memberikan ruang bagi anak untuk belajar melewati tantangan sendiri.
Menurut psikolog klinis dari Amerika Serikat, Dr. Lisa Damour, anak-anak yang secara teratur menghadapi tantangan sesuai usia mereka akan mengembangkan regulasi emosi yang lebih kuat seiring waktu. Dilansir dari Detikcom, ia menekankan bahwa orang tua tidak perlu mencontohkan kesempurnaan, melainkan memvalidasi perasaan, kesulitan, dan kesalahan anak sambil menegaskan dukungan penuh.
Berikut enam kebiasaan orang tua yang dapat membantu membentuk mental kuat pada anak:
1. Tenangkan Diri Sebelum Merespons Anak
Saat anak sedang dilanda emosi yang tidak stabil, orang tua diharapkan tidak ikut terbawa emosi. Sebelum merespons, pastikan untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Ketenangan orang tua akan membantu menenangkan anak.
“Ketenangan Anda akan membantu menenangkan mereka,” ujar Tovah P. Klein, PhD, profesor psikologi di Barnard College, New York City, AS.
2. Hadir saat Anak Merasa Cemas
Anak-anak seringkali merasa cemas saat menghadapi situasi baru. Pada momen ini, kehadiran dan dukungan orang tua sangat penting. Dukungan ini membantu anak belajar mengatur diri sendiri seiring pertumbuhannya.
“Ini adalah cara untuk melindungi mereka dari dampak negatif jangka panjang akibat stres, trauma, atau berbagai tantangan hidup. Dengan kata lain, ini adalah cara untuk membuat mereka lebih tangguh,” ungkap Klein.
3. Ajarkan Anak untuk Meminta Maaf
Orang tua perlu menyampaikan kepada anak bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Hal ini akan membangun kepercayaan diri anak untuk tidak takut gagal. Selain itu, biasakan anak untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan kepada orang lain.
Menurut Klein, kebiasaan ini melatih anak untuk bertanggung jawab atas tindakannya dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain di masa depan.
4. Berikan Contoh, Bukan Sekadar Mengomeli
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan contoh perilaku yang baik, penuh kasih sayang, dan terbuka untuk belajar. Mengomeli tanpa memberikan contoh justru akan kurang efektif.
“Bersikap baik secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih besar,” tutur Klein.
5. Ucapkan Kepercayaan kepada Anak
Anak-anak membutuhkan kata-kata kepercayaan dari orang tua. Ketika anak merasa ragu atau kesulitan menghadapi sesuatu, orang tua wajib mengingatkan bahwa mereka percaya pada kemampuan anak. Kepercayaan diri yang tumbuh pada anak menjadi aspek penting dari ketangguhan mental.
6. Terima Perasaan Negatif Anak
Perasaan negatif seperti marah, takut, sedih, atau cemas adalah hal yang wajar. Orang tua sebaiknya tidak melarang anak mengekspresikan perasaan tersebut. Sebaliknya, bantu anak untuk belajar mengatur emosi.
“Dengan begitu, mereka dapat belajar mengalami berbagai emosi, memprosesnya, dan akhirnya melangkah maju,” kata Klein.
Dukungan dan pengertian dari orang tua akan membantu anak memahami bahwa perasaan negatif adalah bagian dari kehidupan yang normal. Orang tua juga perlu menegaskan bahwa mereka akan selalu mendukung anak, apa pun yang terjadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow