Pengadilan Prancis Pastikan Achraf Hakimi Hadapi Sidang Kasus Pemerkosaan

Smallest Font
Largest Font

Pengadilan Banding Versalles di Prancis menolak banding bek Paris Saint-Germain, Achraf Hakimi, dan mengonfirmasi bahwa kapten Timnas Maroko tersebut akan diadili atas tuduhan pemerkosaan pada Jumat, 19 Juni 2026.

Keputusan tersebut diumumkan tepat sebelum Hakimi memimpin negaranya menghadapi Skotlandia dalam laga fase grup Piala Dunia 2026. Otoritas yudisial di Hauts-de-Seine menilai hasil investigasi selama tiga tahun terakhir telah menghasilkan bukti yang cukup untuk melanjutkan kasus ini ke persidangan pidana penuh, meskipun tanggal pelaksanaannya belum ditentukan.

Kasus hukum ini berawal dari laporan seorang perempuan berusia 24 tahun pada Maret 2023. Korban mengaku dihubungi Hakimi melalui Instagram sebelum diundang ke rumah sang pemain di pinggiran kota Paris, tempat dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi.

"Se comportó como un animal, no mostró ninguna ternura, parecía desesperado por tener sexo" ujar korban saat memberikan kesaksian dalam persidangan yang dilansir dari Marca.

Pihak pembela mempertanyakan keputusan pengadilan yang tetap melanjutkan kasus ini ke persidangan. Pengacara Hakimi, Fanny Colin, menyayangkan bahwa argumen dari pihak kliennya tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim.

"No se han tenido en cuenta las contradicciones y mentiras del demandante, su ocultamiento a las autoridades judiciales, su obstrucción a la verdad e incluso sus evaluaciones psicológicas que confirmaban su ambivalencia y falta de claridad respecto a los hechos que denunciaba" kata Fanny Colin, pengacara Hakimi.

Merespons putusan tersebut, Hakimi yang sedang berada di Boston bersama tim nasionalnya langsung mengunggah pernyataan resmi melalui akun media sosial X. Pemain berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa status kedekatannya dengan publik menjadi alasan kasus ini terus bergulir.

"La justicia me miró a los ojos y me dijo: 'Si no fueras conocido, nunca habría habido un caso'. Elegí guardar silencio durante años. Pensé que mantener la dignidad, ser paciente y confiar en la justicia permitiría que se tomaran las decisiones correctas" tulis Achraf Hakimi, pemain Paris Saint-Germain.

Ia juga menambahkan bahwa narasi yang beredar saat ini telah merugikan nama baik keluarganya. Namun, Hakimi mengaku siap menghadapi persidangan untuk mengungkap kebenaran versinya sendiri.

"Hoy, una historia que no es la mía se cuenta en detrimento de mi familia, de mi vida y, sobre todo, de la verdad. A veces tengo la sensación de haberme convertido en un blanco fácil. Espero este juicio desde el primer día.

Y ahora lo espero con impaciencia. Por fin podré hablar" tambah Achraf Hakimi.

Sebaliknya, pihak kuasa hukum korban menyambut positif keputusan Pengadilan Banding Versalles untuk membawa kasus ini ke persidangan terbuka. Rachel-Flore Pardo menyatakan bahwa langkah ini memberikan keadilan moral bagi kliennya setelah menghadapi proses hukum yang panjang.

"Tras más de tres años de batallas legales, después de haber sido difamada y arrastrada por el fango por la defensa de Achraf Hakimi, esta decisión trae alivio y esperanza a mi clienta. Alivio por haber sido escuchada por la justicia y por tener derecho a un juicio. Esperanza de que este juicio ayude a otras mujeres y contribuya a derribar la fortaleza de negación e impunidad que rodea la violence sexual, incluso en el mundo del fútbol masculino" pungkas Rachel-Flore Pardo, pengacara korban.

Saat proses hukum di Prancis terus berjalan menuju penetapan tanggal sidang, Paris Saint-Germain dilaporkan memantau ketat perkembangan ini untuk mengantisipasi dampaknya terhadap jadwal pramusim klub.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed