Adhi Karya Diminta Tutup Anak Usaha dan Fokus Bisnis Inti Kontraktor
PT Adhi Karya (Persero) Tbk diminta oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara dan Badan Pengatur BUMN untuk menutup seluruh anak dan cucu usahanya. Permintaan ini muncul sebagai upaya perusahaan kembali fokus pada bisnis inti kontraktor.
Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, menjelaskan bahwa pemangkasan entitas usaha dilakukan melalui skema divestasi perusahaan afiliasi dan ditargetkan mulai memberikan hasil pada akhir 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Rozi menyebutkan Adhi Karya memiliki 18 entitas usaha, terdiri dari tujuh anak usaha, satu cucu usaha, dan 10 usaha afiliasi yang bergerak di sektor properti, pembangunan gedung, dan pengelolaan jalan tol.
"Sesuai dengan arahan dan aspirasi dari pemegang saham seri A dan seri B terbanyak bahwa Adhi Karya diminta untuk back to core sehingga beberapa perusahaan yang tidak relevan dengan core itu diminta untuk dilakukan streamlining, streamlining-nya adalah salah satunya bagaimana Adhi Karya saat ini mendorong terkait dengan perusahaan afiliasi ini untuk segera dilakukan divestasi," ujar Rozi dalam acara Public Expose secara virtual, Rabu (9/9/2026).
Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago menegaskan bahwa perseroan diminta kembali fokus pada bisnis kontraktor sebagai bisnis inti, yang menjadi alasan pemangkasan entitas usaha.
"Sejalan dengan aspirasi pemegang saham, kami untuk kembali berfokus pada bisnis inti, core bisnisnya yaitu kontraktor, construction only, serta kami juga sedang melakukan penataan anak usaha yang juga sedang dilakukan," kata Zein.
Zein menambahkan, Adhi Karya berencana melakukan divestasi terhadap tiga anak usaha pada tahun 2026 dan sisanya secara bertahap hingga seluruh proses rampung pada 2027.
"Pada 2026 ini mungkin akan bisa kita divest paling tidak tiga perusahaan, anak perusahaan dan seterusnya dalam waktu secepatnya tidak lewat dari tahun 2027, sisanya juga akan kita lakukan program divestasi tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, meminta Adhi Karya tidak membuka anak usaha baru karena selama ini entitas usaha baru tersebut selalu bermasalah.
"Tidak ada lagi, ini kan sudah kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi stop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru dan Adhi fokus pada kontraktor," tegas Dony dalam unggahan resmi Instagram @bumn_id, Jumat (4/9/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow