Adidas Minta Maaf usai Kampanye Iklan Sepatu Tuai Kecaman Publik
Produsen perlengkapan olahraga asal Jerman, Adidas, menyampaikan permohonan maaf resmi pada Senin (7/9/2026) setelah meluncurkan kampanye iklan layanan sepatu tunggal yang menampilkan mantan tentara Israel hingga memicu gelombang kecaman dan seruan boikot global.
Langkah kontroversial tersebut bermula dari kampanye Adidas Israel untuk program Single Shoe Service yang ditujukan bagi penyandang disabilitas. Perusahaan menampilkan 11 atlet difabel, termasuk Shalev Biton, mantan tentara dari Brigade Infanteri Nahal Israel yang kehilangan kakinya akibat serangan rudal di Gaza pada Mei 2021.
Penggunaan mantan prajurit militer dalam promosi tersebut memicu reaksi keras dari para aktivis hak asasi manusia, tokoh publik, hingga jajaran publik figur yang mendesak pemboikotan produk Adidas. Gelombang protes juga berdampak pada lini promosi lain, di mana pengguna media sosial mendesak selebritas seperti Jennie BLACKPINK untuk memutuskan kerja sama dengan merek tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terdapat lebih dari 5.000 hingga 6.000 kasus amputasi di Gaza akibat konflik bersenjata. Kondisi ini membuat keputusan promosi Adidas dinilai tidak sensitif terhadap ribuan warga Palestina yang mengalami kecacatan permanen serta korban jiwa di sektor olahraga.
Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam kampanye baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras, kata Adidas, dilansir dari Times of Israel.
Pihak manajemen Adidas menegaskan bahwa tim pemasaran tidak pernah bermaksud menyinggung pihak mana pun dalam penyusunan materi promosi tersebut.
Kami tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan pelanggaran dan kami meminta maaf kepada siapa pun yang terkena dampaknya, tambah Adidas.
Di sisi lain, Koordinator Kampanye Boikot Olahraga PACBI, Stephanie Westbrook, menilai langkah Adidas melampaui batas kelalaian dan berisiko memutihkan rekam jejak militer.
Ini bukan sekadar masalah Adidas yang kurang peka atau tidak sensitif; ini adalah penghinaan mutlak bagi warga Palestina yang kehilangan orang-orang tercinta akibat dibunuh Israel, serta mereka yang harus kehilangan anggota tubuh, ujar Stephanie Westbrook kepada Al Jazeera.
Westbrook menambahkan bahwa penampakan figur tentara dalam kampanye komersial tersebut membawa dampak sistematis bagi upaya penegakan hak asasi manusia di wilayah konflik.
Di sini kita melihat kampanye Adidas menampilkan tentara Israel yang seluruh identitasnya berpusat pada statusnya sebagai tentara, kehilangan kaki saat berpartisipasi dalam serangan berulang Israel ke Gaza, dan mengabdi pada tentara dari negara yang saat ini melakukan genosida, menjalankan pendudukan militer ilegal di wilayah Palestina, serta menerapkan aturan aparteid selama puluhan tahun terhadap warga Palestina, tegas Stephanie Westbrook.
Gelombang penolakan terhadap Adidas terus disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat sipil, penulis internasional, hingga aktor Spanyol Javier Bardem yang mengunggah seruan boikot melalui media sosial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow