Airlangga Tegaskan Pembagian Desil Bansos Tidak Mungkin Ditambah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menambah jumlah desil penerima bantuan sosial pada Jumat (21/8/2026) di kantor Kemenko Jakarta, merespons polemik di masyarakat. Skema desil yang mengukur tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan variabel sosial ekonomi tersebut juga akan dipakai untuk pembatasan konsumsi Pertalite. Berdasarkan data Cek Bansos Kemensos, desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok yang masing-masing berisi 10 persen keluarga, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
"Bukan (ditambah), desil itu selalu sampai 10, sama seperti 0-100%, kira-kira enggak mungkin 0-120%. Desil 12 itu 120%," paparnya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Terkait keresahan warga di media sosial yang mendapati status desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi riil, pemerintah menyerahkan proses pemutakhiran data kepada lembaga terkait. "BPS sedang melakukan sensus ekonomi, kita tunggu aja sensus ekonominya," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sesuai Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 79/HUK/2025, penetapan desil 1 sampai desil 5 menjadi prioritas penerima Program Keluarga Harapan, Program Sembako, Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, dan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial. Sementara desil 6 hingga desil 10 tidak diprioritaskan karena dinilai memiliki tingkat kesejahteraan cukup tinggi, meski cakupannya dapat diperluas hingga desil 6 dalam kondisi darurat seperti pandemi COVID-19.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow