Ajaib Group Raih Investasi Rp4,78 Triliun dari SBI Holdings
Ajaib Group mengantongi dana investasi senilai US$ 270 juta atau sekitar Rp 4,78 triliun dari raksasa keuangan Jepang, SBI Holdings, pada Senin (31/8/2026) di Jakarta. Suntikan modal ini tercatat sebagai nilai investasi startup terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Masuknya dana segar dari perusahaan berbasis di Jepang tersebut sekaligus mematahkan anggapan negatif mengenai lesunya minat pemodal asing untuk berinvestasi di pasar modal Tanah Air. Sebagian besar pengguna platform investasi ini merupakan investor ritel yang tersebar di luar kota-kota besar.
Presiden Komisaris Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan pandangannya mengenai pencapaian pendanaan jumbo tersebut saat konferensi pers di kantor PT Ajaib Teknologi Indonesia.
"Ini investasi terbesar setelah 5 tahun terakhir untuk investasi startup, Rp 4,8 triliun, US$ 270 juta dari grup besar, SBI Holding dari Jepang," ungkap Andi Gani Nena Wea.
Pihaknya berharap suntikan modal baru ini dapat memaksimalkan jangkauan layanan kepada para investor ritel, seiring kian meluasnya tingkat literasi keuangan digital hingga ke pelosok daerah.
"Kemajuan edukasi teknologi finansial sudah masuk sampai di tingkat kota-kota tersebar di seluruh Indonesia. Nanti kami jelaskan secara teknis data yang kami punya dan ini merupakan satu langkah maju dan kami berharap dengan masuknya investasi sebesar ini di dunia investasi startup, menambah semangat ketika banyak rumor investasi asing lari dari perdagangan saham di Indonesia tapi buktinya Rp 4,8 triliun masuk ke dalam Ajaib Group," terangnya.
Tambahan pendanaan ini secara kumulatif menambah total perhimpunan modal perusahaan hingga menembus angka US$ 500 juta atau setara Rp 8,87 triliun. Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, mengungkapkan bahwa alokasi modal anyar ini diproyeksikan untuk pembukaan lapangan kerja baru, penguatan SDM, serta perluasan fitur aplikasi seperti investasi saham luar negeri dan aset digital.
"Kami berharap kepercayaan sebesar ini membuka jalan bagi lebih banyak modal global masuk ke sektor teknologi Indonesia serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di industri kecerdasan buatan, industri data center, baik pun di industri blockchain," jelas Anderson.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow