Dokter Gizi Ungkap Alasan Berat Badan Stagnan Meski Rajin Olahraga

Smallest Font
Largest Font

Proses penurunan berat badan sering kali menghadirkan teka-teki tersendiri bagi seseorang yang sedang menjalani pola hidup sehat. Kondisi tubuh mungkin terasa lebih ringan dan bugar setelah rutin berolahraga serta menjaga asupan makanan harian. Namun angka yang tertera di atas timbangan kerap kali tidak menunjukkan perubahan signifikan atau cenderung stagnan.

Fenomena ini bukan menandakan kegagalan program yang sedang dijalani, dilansir dari Detik Health.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, memberikan penjelasan terkait kondisi perubahan fisik tersebut. Menurut beliau, kombinasi pengaturan pola makan dan olahraga teratur dapat merubah komposisi internal dalam tubuh secara efektif.

"Nah, itu bisa jadi karena komposisinya udah berubah nih, yang tadinya tinggi lemak, sekarang ternyata lemaknya udah turun, tapi yang meningkat adalah masa otot," kata dr Yaze saat live di akun media sosial detikHealth, Kamis (13/8/2026). Penurunan massa lemak yang diimbangi peningkatan massa otot merupakan hasil ideal dari program pembentukan tubuh yang sehat.

"Nah, jadi memang kalau kita menurun berat badan, memang itu yang kita inginkan. Dengan adanya olahraga, itu yang hilang cuma si lemak aja. Si masa ototnya justru meningkat," lanjutnya.

Proses pergantian antara jaringan lemak dan otot inilah yang membuat berat badan keseluruhan terlihat seperti tidak mengalami penurunan. Meskipun ukuran lingkar tubuh mengecil dan terasa lebih ringan, beban total pada timbangan tetap berada pada angka yang sama.

Pentingnya Mengukur Komposisi Tubuh secara Rutin

Pemantauan keberhasilan diet sebaiknya tidak hanya bertumpu pada indikator timbangan berat badan konvensional saja.

Pemeriksaan komposisi tubuh secara berkala diperlukan untuk mengetahui persentase perubahan kadar lemak dan massa otot secara akurat.

"Jadi, intinya sebenarnya diet kamu itu progresnya udah baik, tapi memang kalau bisa harus tetap dilakukan kayak penimbangan komposisi tubuh, supaya kamu bisa pantau sebenarnya lemaknya udah turun berapa banyak, terus ototnya udah mulai naik berapa kilo," ujar dr Yaze.

Pengaruh Kebutuhan Energi dan Aktivitas Fisik

Faktor lain yang memicu kondisi berat badan berhenti turun terletak pada penyesuaian kebutuhan energi harian tubuh.

Setiap orang memiliki tingkat kebutuhan kalori yang bervariasi tergantung pada tinggi badan, berat badan, serta intensitas olahraga. Tingkat stres harian dan keberadaan penyakit penyerta juga turut memengaruhi besarnya energi yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme. Peningkatan intensitas latihan fisik secara otomatis akan merubah porsi energi yang harus dikonsumsi oleh tubuh setiap harinya.

"Jadi, memang ada rumus yang berbeda tiap orang," kata dr Yaze.

Perhitungan porsi asupan makanan tidak bisa disaratakan antara individu yang pasif dengan mereka yang aktif berolahraga. Ketidaksesuaian antara jumlah asupan kalori dan energi yang terbakar dapat menghambat proses penurunan berat badan selanjutnya.

"Jadi, kalau misalnya enggak sesuai lagi dengan total kalorinya, ya pasti akan ngerasa kayak berat badannya kok enggak turun-turun ya, gitu," jelasnya.

Langkah Evaluasi Tanpa Memotong Asupan Secara Drastis

Ketika mendapati angka timbangan tidak kunjung bergerak turun, tindakan memangkas porsi makan secara ekstrem bukanlah solusi tepat.

Evaluasi harus dilakukan dengan mencocokkan kembali kebutuhan kalori harian terhadap tingkat aktivitas fisik yang sedang dijalankan.

Penyesuaian pola makan secara seimbang membantu metabolisme tetap bekerja optimal tanpa mengorbankan kesehatan jaringan otot tubuh.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed