Alexandra Eala Raih Gelar WTA Pertama Usai Tekuk Jessica Pegula

Smallest Font
Largest Font

Petenis Filipina Alexandra Eala mencetak sejarah dengan merebut gelar tunggal WTA pertamanya usai mengalahkan unggulan teratas Jessica Pegula di final Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Amerika Serikat pada Senin (3/8/2026). Eala bangkit dari ketinggalan untuk mengunci kemenangan tiga set dengan skor 4-6, 6-4, 6-0 atas petenis peringkat tiga dunia tersebut dalam laga yang sempat tertunda akibat hujan deras dan petir sejak Minggu malam. Kemenangan di turnamen tingkat WTA 500 ini diraih Eala setelah memenangi sembilan game terakhir secara beruntun, termasuk menyapu bersih set ketiga dengan skor 6-0 dan hanya kehilangan delapan poin.

Sebelum melangkah ke partai puncak, Eala menumbangkan tiga pemain unggulan, yakni Elina Svitolina, Naomi Osaka, dan Leylah Fernandez, serta merebut kemenangan atas peraih medali emas Olimpiade 2024 Zheng Qinwen.

Hasil tersebut memperpanjang rekor kemenangan Eala menjadi lima laga beruntun saat menghadapi petenis peringkat 10 besar dunia dan mendongkrak posisinya ke peringkat 20 besar dunia dalam ranking PIF WTA. Cuaca buruk yang menghentikan pertandingan saat kedudukan 6-4, 4-3 untuk keunggulan Pegula diakui Eala membawa dinamika tersendiri bagi penampilannya.

"Saya pikir saya telah melakukan pemanasan ribuan kali," kata Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina. Penundaan akibat hujan dalam laga berintensitas tinggi tersebut disikapi Eala dengan memanfaatkan waktu untuk mengevaluasi permainan di paruh pertama.

"Itu sulit, saya pikir ... pada saat yang sama, hal ini sering terjadi pada saya; penundaan akibat hujan berkali-kali dalam hidup saya. Saya pikir ini hanya salah satu dari kejadian itu, meskipun taruhannya jauh lebih tinggi. Namun saya pikir saya mampu memanfaatkan waktu saya dan mengambil pelajaran dari paruh pertama pertandingan serta melakukan yang terbaik untuk menerapkannya di paruh kedua, dan saya pikir itu bekerja sangat baik," ujar Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina.

Titel juara di Washington ini menjadi penawar kekecewaan bagi Eala setelah tahun lalu gagal memanfaatkan empat poin kejuaraan saat menghadapi Maya Joint di Lexus Eastbourne Open. "Pada awal minggu, tidak mungkin saya berpikir bahwa saya akan memegang trofi ini ... Hal-hal seperti ini mendatangi Anda secara tiba-tiba, dan saya menjaga momen-momen ini sangat dekat dengan saya," kata Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina.

Tingginya tingkat persaingan sejak babak awal disadari betul oleh Eala sebelum akhirnya mampu menyelesaikan turnamen dalam kondisi fisik dan mental yang lebih baik.

"[Bagan pertandingan] adalah tanjakan yang sangat terjal," ujar Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina. Setiap laga menghadirkan tantangan berbeda yang membantu proses belajarnya di atas lapangan. "Mewakili turnamen ini, saya tahu bahwa persaingannya sangat kuat dan bagan pertandingan saya cukup tangguh.

Setiap pertandingan adalah serangkaian rintangan yang berbeda. Jadi saya sangat, sangat bangga. Saya pikir saya menghadapi porsi rintangan yang adil minggu ini," kata Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina.

Peningkatan performa secara konsisten menjadi kunci keberhasilannya merengkuh trofi WTA 500 pertama dalam kariernya.

"Saya pikir saya mengakhiri turnamen dalam kondisi yang lebih baik daripada saat saya memulainya. Saya pikir setiap pertandingan saya terus berkembang dan terus mempelajari hal-hal baru tentang diri saya. Jadi ini pasti memberi saya banyak kepercayaan diri, dan sangat menyenangkan melihat semua hal yang telah saya kerjakan di luar lapangan atau selama latihan diterapkan dalam pertandingan," ujar Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina. Dukungan penonton yang memadati arena memberikan motivasi tambahan bagi Eala sepanjang pertandingan berlangsung.

"Saya merasakannya begitu banyak cinta," kata Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina. Bagi Eala, mencapai partai puncak sudah menjadi pencapaian berharga sebelum akhirnya memastikan gelar juara tersebut.

"Saya tahu apa pun yang terjadi, pertandingan ini sudah menjadi kemenangan bagi saya," ujar Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina. Ia meyakini raihan ini merupakan awal dari pencapaian-pencapaian besar berikutnya di panggung tenis dunia. "Kesempatan pertama saya meraih gelar dengan mengetahui bahwa ini tidak akan menjadi yang terakhir dan [saya] telah mencapai tonggak sejarah ini untuk karier saya," kata Alexandra Eala, petenis tunggal putri Filipina.

Sementara itu, Jessica Pegula yang pernah menjuarai turnamen Washington Open pada edisi 2019 dan 2021 memberikan apresiasi atas perkembangan pesat Eala.

"Untuk melihat seberapa jauh Anda telah berkembang selama beberapa tahun terakhir sejak pertama kali kita bertanding, untuk melihat penggemar luar biasa yang mengikuti Anda ke mana pun Anda pergi, tidak menyenangkan bertanding melawannya, tetapi saya pikir itu luar biasa," kata Jessica Pegula, petenis tunggal putri Amerika Serikat. Pada partai final tunggal putra ATP di lokasi yang sama, petenis unggulan ketiga Taylor Fritz keluar sebagai juara usai mengalahkan petenis Spanyol berusia 19 tahun Rafael Jodar dengan skor 7-6 (7-2), 6-4 untuk mengamankan gelar ATP ke-11 dalam kariernya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed