An Se-young Sabet Gelar Juara Dunia Badminton 2026

Smallest Font
Largest Font

Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan An Se-young berhasil mengamankan gelar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai mengalahkan wakil Jepang Akane Yamaguchi dua gim langsung 21-17, 21-14 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Minggu (23/8/2026).

Kemenangan tersebut diraih An Se-young dengan rekor sempurna tanpa kehilangan satu gim pun dalam enam pertandingan. Hasil ini menjadi gelar juara dunia keduanya setelah edisi 2023 di Kopenhagen, sekaligus mengukuhkannya sebagai pemain Korea Selatan pertama yang mengoleksi dua gelar juara dunia tunggal putri.

Keberhasilan ini dicapai setelah An sempat mundur dari Jepang Terbuka pada Juli lalu akibat cedera kaki kiri. Setelah tiba di Bandara Internasional Incheon pada Selasa (25/8/2026), pemain nomor satu dunia tersebut menyatakan kegembiraannya atas pencapaian di New Delhi.

"Saya tidak terlalu ingin memikirkan gelar terakhir lagi, karena itu sudah berlalu. Saya hanya ingin menikmati momen ini dan percaya kemenangan ini akan membantu saya melangkah maju. Itulah mengapa saya lebih menyukai medali emas ini," kata An Se-young, dikutip dari Korea Herald.

Mengenai kondisi cederanya yang sempat memicu keraguan di babak awal, An menjelaskan bahwa rasa percaya diri menjadi kunci keberhasilannya melewati tekanan.

"Dengan sisa rasa sakit yang masih ada, saya pikir saya agak ragu-ragu di babak-babak awal. Namun seiring saya terus bermain melawan lawan-lawan kelas dunia, saya bisa bereaksi lebih baik dan menemukan ritme permainan saya," ujar An Se-young.

Ia juga menyadari bahwa penampilannya di New Delhi menjadi modal penting untuk menghadapi ajang Asian Games di Jepang bulan depan.

"Jika saya bertanding tanpa beban dan bermain dengan penuh percaya diri, saya pikir lawan-lawan saya yang akan merasa tegang," tutur An Se-young.

Saat tiba di bandara, An turut menyampaikan bahwa dirinya sempat tidak mematok target tinggi karena turnamen ini merupakan kompetisi pertamanya pascacedera.

"Saya cukup gugup karena ini adalah kompetisi pertama saya setelah pulih dari cedera dan saya hanya mencoba fokus untuk mendapatkan kembali rasa bermain di lapangan. Saya tidak memiliki ekspektasi tinggi untuk diri saya sendiri, dan saya terkejut bisa membawa pulang hasil yang luar biasa ini," kata An Se-young, dilaporkan oleh Kyodo News.

Meskipun belum sepenuhnya terbebas dari rasa sakit, performanya terus membaik sepanjang turnamen berlangsung.

"Dengan sisa rasa sakit yang ada, saya pikir saya ragu-ragu pada awalnya. Namun seiring saya terus bertanding melawan rival-rival kelas dunia, saya mampu melakukan penyesuaian dan bereaksi terhadap pukulan tertentu saat diperlukan," ujar An Se-young.

Kemenangan atas Yamaguchi memperpanjang rekor keunggulannya menjadi enam kemenangan beruntun atas wakil Jepang tersebut. Keunggulan ini dinilainya menjadi sinyal positif untuk mempertahankan emas Asian Games.

"Saya pikir ini adalah pertanda baik bahwa saya terus mengalahkannya. Jika saya menghadapi Asian Games dengan percaya diri, seperti tidak ada yang dipertaruhkan, maka lawan saya yang akan tegang. Saya ingin terus melakukan apa yang telah saya lakukan selama ini," tutur An Se-young.

Menanggapi persaingan ketat di kawasan Asia, ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas bertanding tanpa beban berlebih.

"Saya sangat ingin memenangkan medali emas Asian Games lainnya, tetapi orang lain juga ingin memenangkannya. Yang paling penting adalah tidak merasakan terlalu banyak tekanan. Saya tahu butuh kerja keras untuk menyelesaikannya, dan saya akan mencoba bermain dengan percaya diri," kata An Se-young.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan pada proses latihan menjadi pembeda utama di lapangan.

"Saya memiliki kepercayaan yang besar pada diri sendiri dan pada kerja keras yang telah saya lakukan. Dan kunci utamanya adalah bermain dengan percaya diri sehingga keyakinan saya terwujud dalam performa di lapangan," ujar An Se-young.

Momen menarik juga terjadi usai laga semifinal, saat tunggal putri China Wang Zhiyi mewawancarai An secara langsung dan menanyakan detak jantung maksimalkanya selama pertandingan.

An Se-young merespons bahwa detak jantungnya mencapai 194 denyut per menit saat berhadapan dengan Wang. Ketika ditanya mengenai rahasia pemulihan fisiknya, An memberikan jawaban singkat.

"Nasi putih dan ayam," kata An Se-young, seperti dilaporkan oleh Star News Korea.

Wang kemudian melempar pertanyaan mengenai cara untuk mengalahkannya di lapangan.

"Itu rahasia," jawab An Se-young sembari tertawa.

An kemudian memberikan pandangannya mengenai kerja keras yang dibutuhkan untuk mempertahankan performa di tingkat tertinggi.

"Saya selalu ingin menang dalam pertandingan. Itulah mengapa saya berlatih lebih keras lagi," tutur An Se-young.

Rangkaian cedera pada lutut dan pergelangan kaki menjadi tantangan yang terus dihadapi An akibat gaya bermainnya yang mengandalkan daya tahan dan pertahanan kuat.

"Hampir tidak ada turnamen sepanjang musim di mana saya bertanding sepenuhnya tanpa rasa sakit. Saya hanya melangkah ke lapangan dengan percaya bahwa saya mampu bertahan dan mengatasinya," kata An Se-young, dilansir dari Korea JoongAng Daily.

Ia menambahkan bahwa evaluasi mandiri menjadi fokus utamanya daripada menyalahkan faktor eksternal.

"Daripada menyalahkan peralatan atau faktor luar, saya mencoba menemukan jawaban dengan mengelola kondisi fisik dan menyesuaikan pergerakan saya," ujar An Se-young.

Selain gelar tunggal putri, Korea Selatan meraih medali emas ganda putri lewat pasangan Lee So-hee dan Baek Ha-na yang menundukkan Liu Shengshu/Tan Ning 21-15, 21-15. Sementara itu, ganda putra Seo Seung-jae/Kim Won-ho menyumbangkan medali perunggu setelah terhenti di babak semifinal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed