Analis Minta BEI Transparan Soal Rumor Akuisisi BYAN
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapat desakan untuk memberikan keterbukaan informasi secara transparan guna melindungi pemodal ritel dari aksi transaksi spekulatif terkait kabar rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Himbauan tersebut disampaikan langsung oleh Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto pada Selasa (18/8/2026) usai rumor transaksi tersebut memicu pergerakan signifikan pada harga saham BYAN serta PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Spekulasi lonjakan saham memuncak setelah beredar rumor mengenai peninjauan lokasi tambang BYAN di Kutai Kartanegara oleh Haji Isam bersama pemegang saham pengendali BYAN Dato' Low Tuck Kwong serta pemilik Republik Korpora Indonesia Norman Joesoef pada Sabtu (15/8/2026).
Dampak dari isu tersebut mencatatkan lonjakan harga saham BYAN sebesar 19,97 persen atau naik 2.875 poin menuju level Rp17.275 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (18/8/2026), sedangkan saham JARR melesat 24,88 persen ke posisi Rp2.510.
Mirae Asset Sekuritas mengkritisi potensi kerugian yang dapat mengancam investor ritel jika kenaikan harga semata-mata didorong rumor tanpa kepastian perubahan fundamental perusahaan. "Kalau isu seperti ini, yang harus memberikan informasi secara transparan kan dari bursa sebenarnya," kata Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto.
Pihaknya menyarankan agar otoritas bursa mengambil peran lebih aktif demi mencegah terjadinya kerugian pada pelaku pasar bermodal kecil. "Retail investor yang lebih suka hal-hal yang spekulatif," imbuh Rully.
Ia menyinggung pula rekam jejak histori transaksi akuisisi di masa lalu yang sempat memberikan hasil kurang memuaskan bagi sebagian pemodal. "Harus tetap dilindungi juga kan, jangan sampai mereka akhirnya rugi," ungkap Rully. Tingginya tingkat risiko kegagalan rumor akuisisi tidak mengurangi besarnya antusiasme pasar ritel terhadap pergerakan saham yang didorong oleh isu beredar.
"Tapi tetap aja mereka pada dasarnya senang yang kaya gitu," tutup Rully.
Manajemen PT Bayan Resources Tbk hingga kini belum merilis konfirmasi resmi terkait rumor akuisisi tersebut, sementara JARR dijadwalkan menyelenggarakan RUPSLB pada Senin (21/9/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow