Carlo Ancelotti Ungkap Momen Kunci Kekalahan Brasil di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan titik momen saat timnya kehilangan kendali dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Norwegia yang berakhir dengan skor 2-1. Menurut Ancelotti, pertandingan masih dalam kendali Brasil hingga jeda hidrasi, meski Norwegia lebih banyak menguasai bola tanpa menciptakan ancaman berarti dekat kotak penalti Brasil. Pelatih asal Italia ini kemudian melakukan beberapa penyesuaian yang ternyata berbalik menjadi kesalahan, mengakui bahwa perubahan taktiknya justru menyebabkan pergeseran kendali pertandingan.

"Saya pikir kami mulai kehilangan kendali, tapi kenyataannya tidak," ujar Ancelotti, menjelaskan bahwa keputusan tersebut memicu kekalahan timnya.

Setelah kekalahan ini, Ancelotti menegaskan akan tetap menjabat pelatih Brasil dan menandai akhir satu generasi pemain sekaligus awal proses pembangunan ulang tim nasional. "Saya ingin membangun skuad yang lebih muda, bekerja sama dengan tim nasional U-15, U-17, dan U-20, serta menggunakan Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai platform persiapan anggota tim senior masa depan," tambahnya.

Beberapa pemain muda seperti Endrick, Estêvão, Rayan, dan Vitor Reis disebut sebagai calon peran penting dalam siklus baru ini. Dalam upaya mengembangkan identitas tim yang lebih kohesif dan langsung, Ancelotti menilai Brasil tidak perlu meniru juara dunia Spanyol atau Prancis, melainkan belajar dari mereka, terutama dalam penguatan lini tengah.

"Kami tidak perlu meniru — kami harus belajar di mana kami bisa memperbaiki," ucap Ancelotti, menyoroti pentingnya pengembangan pemain di posisi gelandang. Pelatih Brasil ini juga menegaskan bahwa pada saat ini tim tidak bergantung pada satu bintang tunggal, melainkan fokus pada kekuatan tim secara keseluruhan. "Brasil tidak punya satu titik referensi sekarang, dan memang tidak perlu.

Kami punya banyak pemain hebat. Tujuannya membangun tim yang kuat dan kohesif," ujar Ancelotti.

Dia juga menyatakan bahwa pemain bintang Neymar tidak lagi masuk dalam rencananya ke depan karena cedera dan performa menurun, serta siklus pemain-pemain senior lainnya seperti Casemiro dan Danilo juga telah berakhir.

"Saya pikir dengan Piala Dunia ini, satu generasi penting berakhir, mulai dari Neymar, Danilo, Casemiro, dan pemain yang berusia di atas 30 tahun," kata Ancelotti. Dengan tiga laga uji coba melawan Australia dan India sebagai permulaan siklus baru pada September dan Oktober, Ancelotti menyiapkan basis untuk target Copa América 2028 dan Piala Dunia 2030. "Saya harus punya mata melihat masa lalu dan satu lagi ke masa depan. Setiap hari saya semakin memikirkan masa depan daripada masa lalu," tutup Ancelotti.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed