Andrew Giuliani Bela Gianni Infantino di Tengah Tekanan Presiden FIFA
Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif White House Task Force untuk Piala Dunia 2026, membela Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah menghadapi tekanan menjelang pemilihan ulang pada 2027, menurut dilansir dari Bola.
Giuliani menilai Infantino telah membawa FIFA ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga membuat para pengkritiknya merasa iri. Dukungan untuk Infantino memang menurun, dengan Federasi Sepak Bola Selandia Baru (NZF) menjadi pihak terbaru yang menarik dukungan.
UEFA, Concacaf, dan AFC telah kehilangan kepercayaan pada Infantino, juga beberapa asosiasi sepak bola seperti Inggris, Wales, dan Republik Irlandia menyatakan tidak akan mendukungnya. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan CONMEBOL tetap memberikan dukungan untuk masa jabatan keempat Infantino dalam Kongres FIFA 2027.
Andrew Giuliani yang juga putra mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani dan pernah bekerja di White House Task Force untuk Piala Dunia 2026 mengatakan, "Saya pernah melihat ini sebelumnya. Ini politik. Saya pernah melihatnya ketika Presiden Trump menjadi sasaran dari sudut pandang politik. Saya juga pernah melihat hal serupa ketika orang lain menjadi sasaran."
Menurut Giuliani, keberhasilan besar seseorang sering memicu iri dari pihak lain. "Orang-orang merasa iri ketika ada seseorang yang sangat sukses. Apa yang dilakukan Gianni Infantino untuk FIFA adalah membawa mereka ke level yang benar-benar baru, yang mungkin sebelumnya mereka pikir tidak mungkin," ujarnya.
Giuliani menambahkan bahwa Piala Dunia 2026 adalah turnamen pertama yang benar-benar berada di bawah visi Infantino sejak awal. "Saya akan mengatakan kepada presiden konfederasi atau federasi sepak bola mana pun yang sedang mempertimbangkan untuk tidak memilih Gianni Infantino, bahwa itu mungkin menjadi salah satu keputusan paling bodoh dalam karier profesional mereka," katanya.
Dia juga menyoroti pencapaian Infantino selama memimpin FIFA, termasuk menyelenggarakan ajang olahraga global terbesar tanpa insiden dan menghasilkan pendapatan lebih dari empat kali lipat dibandingkan sebelumnya. "Jika Gianni Infantino tidak terpilih kembali secara bulat, siapa pun yang memberikan suara menentangnya perlu memeriksa kembali keputusan mereka," tambahnya.
Giuliani menegaskan bahwa meskipun Infantino pernah meminta maaf atas proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise yang kontroversial dan dibatalkan, hal itu tidak mengurangi rekam jejak positifnya. "Kita semua adalah manusia. Menurut saya, ini salah satu hal yang terjadi ketika olahraga telah menjadi sangat bernilai dan dikomersialkan," ujar Giuliani.
"Saya hanya akan mengatakan bahwa Anda harus melihat seluruh rekam jejak Gianni dan menyadari bahwa dia selalu berusaha memperbaiki organisasinya. Menurut saya, itu yang penting. Hanya karena Anda selalu berusaha melakukan perbaikan, bukan berarti Anda tidak akan melakukan kesalahan sesekali.
Sebagai manusia, itu bisa terjadi. Namun, saya akan melihat keseluruhan rekam jejaknya dan mengatakan bahwa inilah orang yang saya inginkan untuk memimpin," tegas Giuliani.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow