Gianni Infantino Bungkam Saat Didesak Mundur dari FIFA

Smallest Font
Largest Font

Gelombang tekanan yang menuntut Gianni Infantino melepaskan jabatannya sebagai Presiden FIFA terus menguat menyusul rentetan kontroversi kepemimpinannya setelah Piala Dunia 2026. Seperti dilansir dari Bola, situasi panas ini dipicu oleh kegagalan rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan investasi swasta pada sejumlah turnamen besar.

Rencana komersialisasi tersebut mendapat penolakan keras dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola global. Bahkan, tiga konfederasi secara terbuka menuduh Infantino melakukan tindakan penipuan. UEFA turut mengambil sikap tegas dengan mengancam memboikot ajang buatan FIFA akibat hilangnya kepercayaan terhadap sang presiden.

Meskipun gelombang protes meluas, Infantino justru memilih tidak memberikan jawaban langsung saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut. Jurnalis Sky News, James Matthews, sempat mencegat Infantino di luar sebuah hotel di Republik Dominika untuk meminta klarifikasi.

Matthews menanyakan apakah Infantino merasa telah mengkhianati dunia sepak bola serta alasan di balik keputusannya bertahan di kursi pimpinan. Namun, Infantino mengabaikan substansi pertanyaan tersebut dan beralih mengomentari penampilan fisik sang wartawan.

"Potongan rambutmu bagus," kata Infantino.

Ia lalu mengaitkan kondisi fisik mereka yang sama-sama tidak memiliki rambut.

"Sampai jumpa di tukang cukur," lanjut Infantino.

Rekaman interaksi tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman publik. Respon santai tersebut dinilai sebagai taktik untuk menghindari pertanggungjawaban atas krisis manajerial di tubuh federasi tertinggi sepak bola dunia.

Sejumlah pengguna di platform X meluapkan kekecewaan atas sikap Infantino yang dinilai tidak profesional. Satu di antara pengguna menyebut Infantino sebagai "orang licik yang sok melucu".

Pengguna lainnya menilai sikap Infantino telah mencapai "benar-benar keterlaluan, sesuatu yang hanya bisa dilakukan Infantino". Kritik tajam juga berdatangan dari warganet lain yang menilai perilakunya memuakkan serta mencerminkan tiadanya rasa tanggung jawab.

Seorang pengguna media sosial menyimpulkan bahwa respons yang diberikan oleh orang nomor satu di FIFA tersebut "sungguh konyol". Reaksi keras masyarakat ini menegaskan besarnya kekecewaan para suporter dan asosiasi sepak bola terhadap tata kelola investasi yang diusung manajemen FIFA saat ini.

Meski dihantam gelombang penolakan, Infantino sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk kembali bertarung pada Pemilihan Presiden FIFA periode Maret 2027. Jika tekanan publik memaksa Infantino mundur lebih awal, Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi digadang-gadang sebagai calon kuat penggantinya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed