Anggota DPR AS Ungkap Skandal Jual Beli Pengampunan Trump
Jamie Raskin, anggota senior Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat, merilis laporan yang mengungkap dugaan skandal jual beli pengampunan yang melibatkan Presiden Donald Trump.
Laporan yang diterbitkan pada Jumat (21/8) menjelaskan bahwa Trump menggantikan proses pengampunan tradisional Departemen Kehakiman dengan sistem yang memungkinkan penjahat kaya membeli pengampunan melalui sumbangan politik dan hubungan bisnis keluarga Trump.
Menurut laporan tersebut, praktik ini menyebabkan kerugian hampir US$1,7 miliar yang seharusnya dibayarkan kepada korban dan masyarakat.
"Donald Trump telah mengambil salah satu kekuasaan konstitusional paling sakral dari kepresidenan dan mengubahnya menjadi pasar untuk pengaruh politik orang dalam dan pengayaan pribadi yang tidak adil," ujar laporan yang dibuat oleh Raskin.
"'Pardons, Inc.' memiliki model bisnis yang sederhana: penjahat kerah putih kaya dan pengedar narkoba menyewa orang dalam Trump, menggelontorkan uang ke dalam operasi politiknya atau membina kepentingan keuangan keluarganya, dan tiba-tiba pintu Gedung Putih terbuka lebar untuk pengampunan, pengurangan hukuman, dan penghapusan semua denda dan ganti rugi finansial yang terutang," lanjut laporan itu.
Laporan itu juga menyoroti ketidakadilan bagi warga yang tidak memiliki koneksi elite MAGA dan benar-benar menunjukkan penyesalan serta membayar ganti rugi kepada korban, namun tetap terjebak dalam ketidakpastian.
"Ribuan warga Amerika yang dipenjara tanpa koneksi elite MAGA yang menunjukkan penyesalan tulus, telah membayar ganti rugi kepada korban mereka dan mencari belas kasihan, terus-menerus berada dalam ketidakpastian. Pengampunan presiden seharusnya menjadi instrumen keadilan dan belas kasihan, bukan skema cepat kaya MAGA lainnya di mana akses diberikan kepada penawar tertinggi," tambah laporan tersebut.
Laporan Raskin menyebutkan beberapa penerima pengampunan yang diduga terkait dengan transaksi ini, seperti mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández yang menjalani hukuman 45 tahun atas kasus penyelundupan narkoba, taipan panti jompo Joseph Schwartz yang mengeluarkan hampir US$1,1 juta untuk melobi pengampunan terkait penipuan pajak, dan Timothy Leiweke yang menyumbang US$250.000 untuk pelantikan Trump sebelum tuntutan atasnya dibatalkan.
Trump juga memberikan pengampunan kepada tiga peserta kasus penyuapan internasional setelah putri salah satu terdakwa menyumbangkan US$2,5 juta kepada MAGA Inc, menurut laporan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow