Apple Hadapi Kenaikan Biaya Komponen Jelang Peluncuran iPhone Ultra
Apple dijadwalkan memperkenalkan ponsel lipat pertamanya, iPhone Ultra, bersamaan dengan lini iPhone terbaru dalam acara peluncuran pada 9 September 2026 di tengah lonjakan biaya komponen memori hingga 400 persen.
Analis Morgan Stanley, Erik Woodring, mengungkapkan bahwa peluncuran produk ini menjadi momen krusial bagi perusahaan di bawah kepemimpinan pimpinan baru.
Peningkatan biaya produksi yang signifikan diprediksi akan mendorong kenaikan harga jual pada jajaran perangkat flagship mendatang.
Laporan intelijen pasar dari TrendForce menunjukkan bahwa harga komponen memori untuk model Pro mengalami lonjakan empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut memaksa Apple untuk menyesuaikan strategi penetapan harga guna menjaga margin keuntungan.
Analis Morgan Stanley Erik Woodring mencatat tiga faktor utama yang dicermatinya menjelang acara peluncuran tersebut.
"Bagaimana Ternus mengambil gilirannya," kata Erik Woodring, Analis Research Morgan Stanley.
Acara tersebut diperkirakan akan dipimpin oleh CEO baru Apple, John Ternus, yang baru saja memegang jabatan tersebut awal pekan ini.
"Bagaimana Apple akan menyeimbangkan pengalaman pengguna dengan RAMageddon," ujar Erik Woodring, Analis Research Morgan Stanley.
Woodring menilai perangkat baru ini mampu menghasilkan pendapatan besar sekaligus mengembalikan inovasi bagi perusahaan. Ia memperkirakan pengiriman ponsel lipat mencapai 7 hingga 8 juta unit pada semester kedua 2026 dan hingga 20 juta unit sepanjang siklus produk generasi pertama.
Di sisi lain, laporan TrendForce memproyeksikan harga iPhone 18 Pro akan mengalami kenaikan sekitar 100 dolar AS dari generasi sebelumnya. Sementara itu, iPhone Ultra diprediksi dibanderol mulai dari 2.299 dolar AS hingga melebihi 3.000 dolar AS untuk varian tertinggi.
Dari segi spesifikasi, rumor yang beredar dari Bloomberg dan Macworld menyebutkan iPhone{ "title": "Lonjakan Biaya Komponen Memicu Kenaikan Harga iPhone 18 Pro", "title_slug": "lonjakan-biaya-komponen-pemicu-kenaikan-harga-iphone-18-pro", "description": "Biaya memori naik 400 persen memicu kenaikan harga iPhone 18 Pro hingga 200 dolar AS, bersamaan dengan rencana peluncuran iPhone Ultra lipat.", "keywords": "iPhone 18 Pro, iPhone Ultra, Apple, kenaikan harga iPhone, komponen memori, John Ternus", "category_id": "14", "tags": "iPhone 18 Pro, Apple, Gadget, Smartphone Lipat", "thumbnail": "iPhone 18 Pro Max device", "content": "
Lonjakan biaya komponen memori hingga empat kali lipat memicu potensi kenaikan harga pasar pada lini iPhone 18 Pro mendatang, menjelang acara peluncuran resmi Apple yang dijadwalkan pada 9 September 2026 di Cupertino, Amerika Serikat.
Laporan intelijen pasar dari TrendForce mengindikasikan bahwa Apple harus membayar biaya memori 256GB hingga 400 persen lebih tinggi untuk kuartal ketiga tahun 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menekan harga pokok penjualan, meskipun produsen berupaya menekan biaya komponen lainnya.
Analis Riset Morgan Stanley, Erik Woodring, memperkirakan model Pro akan mengalami lonjakan harga hingga 200 dolar AS dibanding generasi terdahulu. Kenaikan tersebut dipicu oleh penggunaan prosesor berarsitektur 2 nanometer dan krisis pasokan memori global yang masih berlangsung.
Meskipun demikian, TrendForce memprediksi Apple tidak akan membebankan seluruh kenaikan biaya produksi kepada konsumen guna menjaga frekuensi pembaruan perangkat. Penyesuaian harga ritel untuk model iPhone 18 Pro diperkirakan berada pada kisaran 100 dolar AS, sementara penerimaan dari sektor Layanan diandalkan untuk menutupi margin yang tergerus.
Di samping varian Pro, Apple disiapkan meluncurkan ponsel lipat perdana bernama iPhone Ultra. Erik Woodring memproyeksikan volume produksi model lipat ini mencapai 7 hingga 8 juta unit pada semester kedua tahun 2026, dengan total penjualan mencapai 20 juta unit hingga siklus produk tahun depan.
Proyeksi TrendForce menunjukkan harga awal untuk iPhone Ultra dapat mencapai 2.299 dolar AS, sedangkan varian spesifikasi tertinggi berpotensi menembus angka 3.000 dolar AS. Penjualan perdana untuk perangkat lipat tersebut ditargetkan mencapai 6,5 juta unit pada kuartal pertama sejak perilisannya.
Spesifikasi teknis iPhone Ultra dilaporkan memiliki ketebalan 4,5 milimeter saat dibuka, layar cover 5,5 inci, serta layar fleksibel bagian dalam seluas 7,8 inci. Pengamat teknologi Mark Gurman dari Bloomberg menyatakan bahwa perangkat lipat ini akan tetap mendukung pengisian daya nirkabel MagSafe.
Informasi dari Macworld menyebutkan beberapa penyesuaian fitur pada iPhone Ultra, termasuk ketiadaan teknologi otentikasi Face ID yang digantikan sensor Touch ID pada tombol daya. Perangkat tersebut juga dilaporkan hanya mengusung konfigurasi dua kamera belakang tanpa lensa telefoto, serta menanggalkan tombol Action.
Acara peluncuran mendatang sekaligus menjadi momentum awal kepemimpinan CEO baru Apple, John Ternus, yang resmi menggantikan posisi pimpinan eksekutif sebelumnya pada awal pekan ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow