Arsenal Gandeng BCG Evaluasi Strategi Jaga Kesuksesan Klub

Smallest Font
Largest Font

Manajemen Arsenal menggandeng firma konsultan asal Amerika Serikat, Boston Consulting Group (BCG), guna meninjau ulang strategi operasional klub. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan performa setelah klub meraih gelar juara Liga Inggris pertamanya dalam 22 tahun. Gelar juara Liga Inggris pada musim lalu resmi mengakhiri dahaga trofi liga domestik Meriam London sejak 2004.

Pencapaian di bawah pimpinan pelatih Mikel Arteta tersebut menjadi tonggak penting perjalanan Arsenal, sehingga evaluasi jangka panjang dinilai perlu dilakukan. Seperti dilansir dari Bola, peninjauan oleh BCG bakal menyasar berbagai aspek operasional klub. Langkah evaluasi menyeluruh ini berpotensi memicu pemangkasan biaya operasional hingga pergeseran alokasi investasi di sejumlah sektor.

Meskipun proses evaluasi telah berjalan, belum ada keputusan resmi yang ditetapkan oleh pihak manajemen. Pihak Arsenal juga memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi mengenai peninjauan yang tengah berlangsung tersebut.

Di area kompetisi, performa skuad asuhan Mikel Arteta mencatatkan peningkatan tajam. Selain memenangi Liga Inggris, tim berjuluk The Gunners tersebut juga berhasil menembus partai final Liga Champions dan Carabao Cup pada musim yang sama. Namun, rentetan prestasi lapangan tersebut turut membawa konsekuensi finansial bagi kas klub. Kendati mencatatkan rekor pendapatan tertinggi dalam laporan keuangan terbaru, Arsenal tercatat masih mengalami kerugian secara akumulatif selama tujuh tahun terakhir.

Peningkatan pendapatan dari hadiah kompetisi serta peluang kemitraan baru nyatanya berbanding lurus dengan pembengkakan pengeluaran. Pengeluaran Arsenal membengkak akibat pembayaran bonus besar kepada pemain dan staf, ditambah biaya penyelenggaraan seremoni parade trofi. Di sisi lain, sektor bisnis komersial Arsenal menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Laporan keuangan terbaru mencatat pendapatan komersial klub melonjak menjadi Rp5,9 triliun, naik dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar Rp4,9 triliun.

Saat ini, Arsenal telah mengikat kerja sama dengan lebih dari 30 mitra komersial global, termasuk nama-nama besar seperti Coca-Cola, Guinness, Facebook, hingga Paramount+. Pertumbuhan positif juga terjadi di sektor ritel yang mencatatkan lonjakan omzet hingga 27 persen pada tahun lalu. Angka ini didorong oleh rutinnya peluncuran jersey serta merchandise resmi klub yang bekerja sama dengan produsen Adidas.

Di tengah tren positif bisnis tersebut, Arsenal harus menghadapi perubahan struktur organisasi. Juliet Slot, figur yang memegang peran kunci dalam pertumbuhan bisnis komersial klub, memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Komersial pada musim panas ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed