Arsenal Hadapi PSG di Final Liga Champions 2026
Arsenal menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertandingan final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu, 30 Mei 2026 malam waktu setempat. Penyerang Arsenal Kai Havertz mencetak gol cepat pada menit keenam sebelum disamakan Ousmane Dembele lewat penalti di babak kedua.
Gol pembuka dari Havertz membawa Arsenal unggul 1-0 hingga jeda antarbabak, sebelum eksekusi penalti Dembele menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah pergerakan dari Khvicha Kvaratskhelia. Melalui gol tersebut, PSG menyamai rekor total 45 gol milik FC Barcelona pada musim 1999/2000 dalam satu edisi Liga Champions.
Keberhasilan membobol gawang PSG membuat Havertz menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mencetak gol di final Liga Champions dengan dua klub berbeda, setelah sebelumnya menjadi pahlawan kemenangan Chelsea pada 2021. Ia kini sejajar dengan Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic.
Selain itu, Havertz menjadi pemain pertama yang mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub asal Inggris yang berbeda. Torehan pada menit ke-6 tersebut juga tercatat sebagai gol tercepat kedua di final era modern kompetisi ini setelah penalti Mohamed Salah pada 2019.
Pertandingan ini merupakan final Liga Champions kedua dalam sejarah Arsenal setelah musim 2005-2006 saat mereka kalah 1-2 dari Barcelona. Sementara itu, PSG yang mengalahkan Arsenal di semifinal musim lalu mengincar status sebagai tim kedua yang meraih gelar beruntun di era modern setelah menghancurkan Inter Milan 5-0 di final musim lalu.
Sebelum pertandingan, manajer Arsenal Mikel Arteta sempat memicu perhatian melalui pernyataannya yang sangat optimistis mengenai peluang juara timnya.
"We will be European champions on Saturday," kata Mikel Arteta, manajer Arsenal.
Arteta juga menegaskan bahwa ambisi skuatnya tetap besar untuk memburu trofi kedua musim ini setelah berhasil mengamankan gelar Premier League pertama bagi klub dalam 22 tahun terakhir.
"No, the ambition is bigger, we have one [trophy] and we want the second one," ujar Arteta.
Arteta menambahkan bahwa timnya telah menunjukkan kemampuan terbaik di kompetisi Eropa musim ini dan ia ingin para pemain bertanding dengan kepercayaan diri penuh untuk menjadi juara.
"That is all we have been talking about. There has to be a platform to reach bigger destinations and to aim for more. The team is capable because they have shown it in the last seasons [in] this competition, what we have done this season in the competition. I want the players to be so confident that we are going to go and do it," tutur Arteta.
Di sisi lain, manajer PSG Luis Enrique menanggapi ambisi lawannya dengan menekankan bahwa motivasi timnya untuk mempertahankan gelar juara jauh lebih besar.
"Yes, it is powerful. But do you know how powerful trying to win the second one in a row is? It’s bigger. So we’re ahead. I don’t think there’s any better motivation than winning the Champions League. We will see tomorrow who is better – we both won our respective leagues and I’m going to focus on what is positive for my team. So that we can show the best of ourselves," balas Luis Enrique, manajer Paris Saint-Germain.
Mengenai susunan pemain, Arteta membuat keputusan taktis mengejutkan dengan membangkucadangkan gelandang asal Spanyol, Martin Zubimendi, dan penyerang Viktor Gyokeres. Lini tengah dipercayakan kepada pemain muda Myles Lewis-Skelly untuk menemani Declan Rice.
Arteta sempat membela performa Zubimendi dalam sesi wawancara dengan EFE menjelang laga, mengingat sang pemain sempat menjadi cadangan dalam empat laga beruntun sebelum sempat menjadi starter melawan Crystal Palace.
"La temporada que ha hecho es excepcional," kata Arteta.
Arteta mengakui bahwa musim pertama di Premier League selalu berat bagi pemain top, namun performa Zubimendi dinilai tetap mengesankan meski menghadapi kelelahan fisik akibat jumlah pertandingan yang belum pernah ia jalani sebelumnya di Real Sociedad.
"Puedo poner many ejemplos de jugadores que han venido a esta liga a nivel top y el primer año que han hecho ha sido duro, pero Zubimendi su primera temporada ha sido impresionante. También es verdad que ha jugado una cantidad de partidos que no había jugado nunca. Y eso ha habido un momento donde le ha puesto en un escenario difícil. Le hemos dado ese desahogo, ese oxígeno y ahora tenemos un partido donde le vamos a necesitar seguro," jelas Arteta.
Zubimendi sendiri menyatakan bahwa penilaian terhadap musim pertamanya bersama The Gunners tetap positif dan ia merasa siap untuk bermain di final.
"Sí, yo siempre me veo. Luego, que ocurra, es otra cosa. Es verdad que últimamente no me está tocando, pero creo que estoy preparado para hacerlo," aku Martin Zubimendi, gelandang Arsenal.
Saat ditanya mengenai alasan dirinya sering menjadi penghuni bangku cadangan belakangan ini, Zubimendi merespons dengan santai.
"No sé, pregúntale al míster... [risas]. No sé decirte," sebut Zubimendi.
Zubimendi mengonfirmasi bahwa fisiknya telah kembali pulih 100 persen setelah menjalani musim yang panjang dan melelahkan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan menjelang keikutsertaannya di Piala Dunia 2026.
"Obviamente ha sido exigente. Ha sido una temporada larga, en la que he hecho esfuerzos que no venía haciendo y seguramente me hayan pasado factura, pero creo que estoy ya otra vez de nuevo (al 100%). No, no, no. Estoy bien," sambung Zubimendi.
Ia berpendapat bahwa ketenangan dan kepercayaan diri dalam mengelola tekanan pertandingan besar akan menjadi faktor pembeda dalam laga final seperti ini.
"Pf... No sé. Creo que la confianza, el saber estar. Al final, son partidos diferentes que uno no está acostumbrado a vivir. Cuanto más lo normalices y más cosas normales hagas creo que va a ser mejor," urai Zubimendi.
Gelandang berusia 27 tahun itu juga mengekspresikan kegembiraannya atas keberhasilan Arsenal merengkuh trofi Premier League musim ini demi para suporter yang telah lama menanti.
"Yo muy contento por mí también, pero sobre todo por ellos. He visto que llevaban muchos años sufriendo con este contexto que se había creado alrededor del Arsenal, y por fin se ha logrado," kata Zubimendi.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar juara liga tersebut sekaligus mempertegas reputasi Mikel Arteta sebagai salah satu pelatih papan atas dunia.
"Sí. A veces parece que tienes que ganar un título para que se te dé todo el crédito que mereces. Aunque no la hubiera ganado, (Mikel) Arteta ya estaba ahí arriba, donde los top. Pero es verdad que este título refleja todo este proceso que ha hecho," sanjung Zubimendi.
Zubimendi menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Arsenal terletak pada kerja sama tim yang komplet dengan sektor pertahanan yang sangat kokoh sepanjang musim.
"Para empezar, creo que somos un equipo muy completo, pero en el que, obviamente, destaca mucho lo defensivo. La cantidad de clean-sheets (porterías a cero) que hemos hecho ha sido increíble," urai Zubimendi.
Ia mengaku belum memikirkan strategi detail melawan PSG secara mendalam sebelum laga karena seluruh fokus skuat sebelumnya tercurah sepenuhnya untuk memenangi liga domestik.
"Todavía no hemos empezado a pensar en el partido. Va a estar difícil, pero tenemos nuestras armas y yo creo que las vamos a saber aprovechar. Teniendo la Premier para ganarla... [risas]. Ya bastante dura es. No he podido pensar ni en la Champions ni en el Mundial. Me he centrado en la Premier, que ha sido muy exigente, muy dura, era un sueño por cumplir," kenang Zubimendi.
Zubimendi juga menilai kehadiran para personel berbahasa Spanyol dan kultur Latin di skuat Arsenal membawa dampak positif yang besar terhadap mentalitas kompetitif tim.
"Para mí, al principio, ha sido una ayuda que he podido encontrar aquí, el habla hispana. Tanto del entrenador, staff, jugadores... Luego, la mentalidad de cada uno es muy personal, pero es verdad que los latinos tienen esa pasión, esa garra que en el campo nos da mucho, y los españoles... [risas]. No sé muy bien qué tenemos, pero algo tendremos también," ucap Zubimendi.
Terkait status pertandingan, ia menegaskan bahwa label tim favorit atau tidak menjadi tidak signifikan ketika kedua tim sudah berada di atas lapangan pertandingan.
"Puede ser, pero, a la hora de la verdad, no te detienes a pensar si eres favorito o no. Una vez que estás en el campo ya da igual," tegas Zubimendi.
Meskipun harus menerima kenyataan menjadi pemain pengganti di laga-laga krusial akhir musim, Zubimendi menolak berprasangka buruk terhadap perannya di dalam skuat.
"Creo que positiva. Al final, llegar a una liga como la Premier no es fácil, a un equipo que está compitiendo en todo y por todo, en todas las competiciones. Obviamente ha habido momentos mejores y peores, pero por estas suplencias no voy a empezar a pensar cosas negativas," tutur Zubimendi.
Menutup pernyataannya, mantan pemain Real Sociedad itu mengaku sangat bersyukur dengan pencapaian kariernya sejauh ini di usia yang masih produktif.
"Joven no sé si soy tanto [risas], porque ya van apareciendo algunos jugadores más jóvenes. Está claro que estoy contento con mi trayectoria. Esta temporada se ve muy ilusionante por todo el trabajo que hemos hecho, y ahora se ven los frutos de todo ese trabajo," tutup Zubimendi.
Selain persoalan Zubimendi, kesiapan bek kanan asal Belanda Jurrien Timber juga sempat menjadi sorotan. Timber yang mengalami cedera pangkal paha sejak Maret lalu dikonfirmasi fit dan masuk dalam daftar pemain cadangan bersama Noni Madueke yang sempat mengalami kram otot paha saat melawan Crystal Palace.
Madueke mengekspresikan kebahagiaannya setelah berhasil mencetak gol kemenangan dalam laga terakhir Premier League melawan Crystal Palace dan ikut mengangkat trofi juara.
"It’s an amazing feeling, one you can’t put into words. We had the feeling already after City the other day, but it’s a wave of new emotions when you lift the trophy. I don’t think it’s dawned on me yet, but it will. It was amazing, so much relief, so much joy, all positive emotions, it’s something we’ve worked so hard for over a span of nine, ten months. To finally get that feeling of yes, we’ve completed it, was amazing. It was nice to score on the final day of the season, so great. I’ll put it in my scrapbook of memories," tutur Noni Madueke, penyerang Arsenal.
Pemain berusia 24 tahun itu menambahkan bahwa kesuksesan instan ini sesuai dengan bayangannya saat memutuskan pindah dari Chelsea, dan kini ia mengincar trofi Champions League serta Piala Dunia bersama timnas Inggris.
"I did imagine (the season could be this good), that’s why I came so quickly from where I was. So it’s going to be amazing, God willing we get that Champions League and then go off to the World Cup and try to get that one too," tambah Madueke.
Mantan legenda Arsenal, Martin Keown, sempat menyarankan kepada stasiun televisi TNT Sport agar Arteta langsung mengambil risiko dengan memainkan Timber sebagai starter guna meredam agresivitas penyerang sayap PSG.
"I’m still really intrigued on Timber and the match-up there because he will get forward as well. I think when we look back to the Bayern game (against PSG), Arsenal are so much better in the one vs one situation and we so need Timber to be there. We’ve seen how nimble he is, how he can pinch balls and get round people with that flexibility he seems to have," nilai Martin Keown, mantan pemain Arsenal.
Saat ditanya mengenai risiko memainkan pemain yang telah melewatkan 14 pertandingan di semua kompetisi akibat cedera, Keown menganggap Timber memiliki kualitas khusus.
"It’s special circumstances and Timber is a special player," tambah Keown.
Sebaliknya, mantan rekan setim Keown, Anders Limpar, menilai bahwa menaruh Timber sejak menit awal pertandingan final merupakan perjudian yang terlalu berisiko.
"Jurrien Timber’s return would be a massive boost for the dressing room. He’s a good, likeable figure in the dressing room. I don’t think he’s fit to play games. Even if you are fit to play, you need a couple of games under your belt to be ready. The people who have been there since he got injured have done a great job, all of them. Yet again, we have two players, maybe three in certain parts of the team, who can step in for each other. From early on this season, Mikel Arteta wanted to have two world-class players in each position to step in, because the Premier League is a long season, plus the premier League, and you have to be in cup finals. You have national games, you need the squad. You need 26 players, and everybody has to play. So, it’s a good thing for the team if Timber is getting fit, for sure. But I don’t think he is the number one choice to play even when he is fit today, because he’s lacking a little bit of playing time," kata Anders Limpar.
Laga final ini juga mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian Budapest dengan mengerahkan 3.950 personel keamanan. Otoritas setempat mengantisipasi kedatangan sekitar 10.000 suporter tanpa tiket di area fanzone Heroes' Square, seiring melonjaknya arus penumpang di Bandara Internasional Liszt Ferenc hingga mencapai 85.000 pengunjung sepanjang akhir pekan.
| Kategori Informasi | Detail Pertandingan |
|---|---|
| Waktu Pertandingan | Sabtu, 30 Mei 2026 |
| Lokasi Stadion | Puskas Arena, Budapest |
| Pencetak Gol Arsenal | Kai Havertz (Menit ke-6) |
| Status Pertandingan | Jeda Antarbabak (1-0) |
Setelah merampungkan pertandingan final di Budapest, skuat Arsenal dijadwalkan segera kembali ke London untuk menggelar pawai juara Premier League pada Minggu, 31 Mei 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow