Arsenal Pertahankan Gelar Juara Premier League 2026 Dan Aturan Baru

Smallest Font
Largest Font

Arsenal memulai kompetisi Premier League musim 2026/2027 dengan status sebagai juara bertahan untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, bersiap menjamu tim promosi Coventry City di Emirates Stadium pada Jumat malam.

Status juara bertahan ini diraih usai kesuksesan musim lalu yang diakhiri dengan selebrasi kapten Martin Odegaard mengangkat trofi di Selhurst Park. Pasukan Mikel Arteta juga mengawali langkah awal musim dengan kemenangan telak 3-0 atas Manchester City di ajang Community Shield.

Arsenal memasuki musim baru di bawah kepemimpinan Mikel Arteta yang kini tercatat sebagai pelatih dengan masa jabatan terlama di empat divisi teratas sepak bola Inggris. Kondisi kestabilan tersebut berbanding terbalik dengan gelombang pergantian manajer di kompetisi Premier League.

Sebanyak sembilan klub tampil dengan juru taktik baru pada pekan pembuka musim ini, catatan terbanyak dalam satu musim kompetisi kasta tertinggi sejak musim 1946/1947. Di antara para pesaing utama, pelatih baru yang mulai bertugas meliputi Enzo Maresca di Manchester City, Xabi Alonso di Chelsea, Alvaro Arbeloa di Fulham, Andoni Iraola di Liverpool, Marco Rose di Bournemouth, Matthias Jaissle di Newcastle United, Oliver Glasner di Nottingham Forest, Pierre Sage di Crystal Palace, serta Gary O'Neil di Ipswich Town.

Di sisi lain, tantangan Arsenal dalam mempertahankan gelar terhalang krisis lini belakang akibat absennya sejumlah pemain pilar. Bek tengah William Saliba dipastikan absen dalam jangka waktu lama setelah mengalami cedera punggung saat membela timnas Prancis di Piala Dunia, sementara Jurrien Timber masih menjalani pemulihan pascaoperasi pangkal paha.

Selain perombakan di kursi pelatih, Premier League musim 2026/2027 menerapkan sejumlah perubahan regulasi dari International Football Association Board (IFAB). Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan kini diwajibkan berada di luar area pertandingan selama minimal satu menit, naik dari aturan sebelumnya yang hanya 30 detik. Apabila penanganan medis dilakukan untuk cedera kiper, satu pemain non-kiper yang ditunjuk wajib keluar lapangan selama satu menit untuk mencegah waktu jeda taktis.

Aturan pembatasan waktu juga diperketat dengan batas lima detik untuk lemparan kedalam dan tendangan gawang guna mengantisipasi aksi mengulur waktu. Pelanggaran batas waktu lemparan kedalam akan mengalihkan penguasaan bola ke tim lawan, sedangkan keterlambatan tendangan gawang berbuah tendangan sudut bagi lawan. Proses pergantian pemain turut dibatasi maksimal 10 detik, di mana pelanggaran batas waktu membuat pemain pengganti baru diizinkan masuk setelah laga terhenti selama satu menit.

Teknologi VAR kini diizinkan meninjau proses keputusan yang berpotensi menghasilkan kartu kuning kedua. VAR juga dapat mengecek pelanggaran sebelum situasi bola mati bergulir jika berujung pada gol, penalti, atau kartu. Namun, penggunaan VAR tidak diberlakukan untuk meninjau kekeliruan keputusan tendangan sudut.

Perubahan juga terjadi di sektor perwasitan melalui pembentukan Professional Referee Group yang beranggotakan 39 wasit untuk bertugas di Premier League dan Championship. Struktur anyar ini hadir seiring pensiunnya wasit veteran Anthony Taylor setelah 16 tahun bertugas, serta pensiunnya asisten wasit Sian Massey-Ellis. Guna meningkatkan transparansi, rekaman suara wasit bersama fitur RefCam akan dipublikasikan, serta kutipan langsung pernyataan perangkat pertandingan akan diunggah melalui Match Centre Premier League.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed