Arthur Fery Hadapi Alexander Zverev di Semifinal Wimbledon 2026
Petenis Inggris Arthur Fery menantang unggulan kedua Alexander Zverev dalam babak semifinal tunggal putra turnamen Grand Slam Wimbledon 2026 di Centre Court pada Jumat, 10 Juli 2026.
Fery mencetak sejarah sebagai petenis wildcard kedua yang berhasil mencapai semifinal putra Wimbledon di Open Era dengan peringkat 114 dunia. Keberhasilan ini diraih setelah ia melewati laga sengit melawan Zizou Bergs dan Grigor Dimitrov di babak sebelumnya.
Penulis tenis Prancis Louis Boulay memaparkan bahwa kesuksesan Fery mulai menarik perhatian di Prancis mengingat sang ayah merupakan sosok terkenal di dunia olahraga negara tersebut.
"Arthur Fery is not making huge waves in France - but he is making a little ripple," ujar Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Boulay menambahkan bahwa media L'Equipe memberikan ruang besar untuk pemberitaan Fery minggu ini karena para penggemar di Prancis sangat tertarik kepadanya.
"His father is famous in the French sporting world so the name Fery is well-known," kata Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Fery sempat membela Prancis saat berusia 10 tahun, namun ia tumbuh besar di London tanpa bantuan Federasi Tenis Prancis (FFT).
"At L'Equipe we have written some big pieces this week - particularly for a foreign player. He made the front page after the quarter-final and we did a double-page spread inside," tutur Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Meskipun Fery lahir di Prancis, ia menegaskan dalam dua pekan terakhir bahwa dirinya merasa sepenuhnya menjadi bagian dari Britania Raya.
"The French fans are definitely interested in him," kata Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Pihak FFT sendiri dilaporkan tidak menyesali keputusan Fery yang memilih untuk bermain di bawah bendera Britania Raya.
"It is not complicated for us in that sense because he did everything in London, he never had any help from the FFT," tambah Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Publik Prancis kini menganalisis permainan Fery dari berbagai sudut pandang, termasuk perjalanannya yang merangkak naik dari Challenger Tour.
"We talk a lot about the fact he was born in France but we try to analyse about him through different angles - the way he plays and his rise from the Challenger Tour," ucap Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Meski demikian, fakta bahwa petenis kelahiran Prancis menembus semifinal Grand Slam di bawah bendera negara lain menyisakan catatan tersendiri bagi publik setempat.
"But what is painful for us is that a French-born Arthur F is playing a Grand Slam semi-final - we thought that would be Arthur Fils, who does represent us," pungkas Louis Boulay, Penulis Tenis Prancis.
Di sisi lain, keputusan menempatkan pertandingan Fery di sesi siang memicu kritik dari legenda tenis John McEnroe karena membuat jutaan pekerja di Inggris berpotensi melewatkan laga siaran langsung tersebut.
"Fery's on first because U.S TV wants it on as late as possible," tukas John McEnroe, Legenda Tenis.
McEnroe juga menduga penjadwalan ini dipengaruhi oleh agenda pertandingan sepak bola Piala Eropa agar tidak terjadi tumpang tindih siaran.
"The World Cup... what time does England play? They're trying to, in case Arthur went late with the second match, it would overlap the England match," seloroh John McEnroe, Legenda Tenis.
Mantan petenis nomor satu Inggris Tim Henman kemudian memberikan perspektif lain terkait skala global dari pertandingan semifinal lainnya.
"I think you were alluding to the match, sort of, globally. Which is the bigger match? Sinner against the 24-time Grand Slam winner," potong John McEnroe, Legenda Tenis.
Henman mencoba menjelaskan alasan waktu pemulihan bagi para pemain yang bertanding pada hari Rabu.
"They [Sinner and Djokovic] played Tuesday, the other guys [Fery and Zverev] played Wednesday," sela John McEnroe, Legenda Tenis.
Henman menyebutkan ada rekomendasi kuat dari BBC dan pihak televisi Amerika Serikat terkait penonton televisi di Inggris.
"Why did the BBC want the early one? Because there was something coming up later? There was another game... it wasn't even England," sanggah John McEnroe, Legenda Tenis.
Meskipun jadwal mendapat kritik, keputusan akhir mengenai urutan bermain sepenuhnya berada di tangan All England Lawn Tennis Club.
"They [Fery and Zverev] could've played second, they could've played second," tegas John McEnroe, Legenda Tenis.
Pemenang dari laga antara Fery dan Zverev dijadwalkan akan menghadapi pemenang dari partai semifinal lainnya yang mempertemukan Jannik Sinner dan Novak Djokovic.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow