AS Gelontorkan Rp608 Triliun untuk Perang Iran

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengungkapkan biaya perang melawan Iran telah menyentuh angka 37,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp608 triliun pada sidang Komite Alokasi Senat di Washington DC, Selasa (21/7/2026). Jumlah tersebut membengkak hampir 8 miliar dolar AS sejak perkiraan resmi terakhir pada Mei lalu, seiring langkah Pentagon yang kini mengajukan dana tambahan sebesar 67 miliar dolar AS dari total paket anggaran militer 87 miliar dolar AS. Hegseth menegaskan pengajuan dana tambahan tersebut merupakan kebutuhan yang sangat mendesak demi menjaga kelangsungan operasional dan kesiapan militer di kawasan Timur Tengah.

"Tanpa dana ini, kita menghadapi kekurangan kritis," kata Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa pemangkasan latihan militer serta kendala pembayaran gaji prajurit akan terjadi jika Kongres tidak segera menyetujui anggaran tersebut. "Tanpa dana ini, kita menghadapi kekurangan kritis yang mengancam kemampuan kita untuk sekadar membayar anggota layanan kita, dengan cepat mengisi kembali peralatan dan amunisi, serta mempertahankan operasi vital tanpa gangguan," kata Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Di sisi lain, usulan anggaran perang tersebut memicu penolakan keras dari anggota parlemen Partai Demokrat yang menilai konflik tersebut berpotensi menjadi perang berkepanjangan. "Perang ini sekarang lepas kendali lagi," kata Patty Murray, Senator Senior Partai Demokrat.

Murray menyoroti klaim Presiden Donald Trump yang berulang kali menyatakan kesepakatan damai sudah dekat, namun justru kembali meminta penambahan anggaran militer. "Tetapi sekarang dia meminta 70 miliar dolar AS lagi dan meminta kita untuk percaya saja padanya bahwa semuanya akan baik-baik saja," kata Patty Murray, Senator Senior Partai Demokrat. Kritik tajam juga disampaikan oleh anggota komite lainnya yang mempertanyakan alokasi belanja amunisi di tengah kesulitan ekonomi warga domestik.

"Saya meminta bom yang tepat di waktu yang tepat," kata Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Jalannya persidangan sempat terhenti sebanyak empat kali setelah diwarnai aksi demonstrasi dari kelompok anti-perang sebelum akhirnya para demonstran diamankan oleh polisi Capitol. "Hentikan membom anak-anak kami, hentikan membom Palestina, ini ilegal," kata seorang demonstran. Di luar ruang sidang, ketegangan militer terus meningkat setelah AS meluncurkan serangan udara malam ke-11 secara berturut-turut, sementara Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi tiga prajuritnya tewas dalam operasi di kawasan tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed