Amerika Serikat dan Iran Sepakati Peta Jalan Damai di Swiss

Smallest Font
Largest Font

Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan 60 hari menuju kesepakatan final setelah menyelesaikan putaran pertama perundingan di Bürgenstock, Swiss, pada Senin, 22 Juni 2026.

Dilansir dari The Guardian, AP News, dan Al Jazeera, kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan ini mencakup pembentukan komite tingkat tinggi guna mengawasi proses mediasi serta pembentukan saluran komunikasi khusus di Selat Hormuz.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat mendirikan sel de-konflik yang melibatkan pemerintah Lebanon untuk memastikan penghentian operasi militer di wilayah tersebut, meskipun situasi sempat tegang akibat ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump.

"You close it and you won’t have a country. You won’t even make it back to your fucking country." cetus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat melalui laporan Fox News terkait ancamannya atas penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Trump juga mendesak agar Iran segera menghentikan aktivitas kelompok proksinya di Lebanon demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

"Iran must immediately stop their highly paid PROXIES in Lebanon from causing trouble," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat melalui media sosial miliknya.

Ia menambahkan ancaman bahwa militer AS siap meluncurkan serangan yang lebih keras ke Iran seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya jika ketegangan terus berlanjut.

"If they don’t, we’ll hit Iran very hard again, just like we did last week, only harder!!!" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kendati demikian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa proses menuju perdamaian di Lebanon tetap menunjukkan kemajuan meskipun situasi di lapangan dinilai rumit.

"These things are always a little bit messy," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.

Vance juga menegaskan kembali komitmen kepemimpinan AS yang sebenarnya menghendaki adanya lembaran baru dalam hubungan bilateral dengan Teheran.

"asked us to turn over a new leaf to transform our relationship with the people of Iran." kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat saat berbicara kepada wartawan mengenai arahan presiden.

Di pihak lain, ketua tim perunding Iran Mohammad Bagher Qalibaf langsung merespons keras pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Gedung Putih tersebut.

"They would do better to be careful about their statements," kata Mohammad Bagher Qalibaf, Ketua Perunding Iran melalui platform X.

Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam kondisi siap siaga penuh untuk memberikan respons yang berbeda atas segala bentuk ancaman.

"Our armed forces are prepared to respond to them in a different manner. They may keep talking, it is we who act." kata Mohammad Bagher Qalibaf, Ketua Perunding Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan Qatar dalam meredakan ketegangan militer di Lebanon.

"tireless Pakistani and Qatari mediation has delivered major progress to end Lebanon War." tulis Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran di akun X pribadinya.

Menlu Iran menambahkan bahwa efektivitas sel de-konflik dalam menghentikan pertempuran akan menjadi ujian nyata pertama dari seluruh rangkaian hasil negosiasi ini.

Di sisi lain, pengamat internasional menilai tantangan besar masih membayangi kelanjutan dialog teknis yang dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini.

"You’re not going to have a deal on the nuclear file, without also having a deal on the sanctions and the frozen assets," kata Thomas Warrick, Senior Fellow non-residen di Atlantic Council kepada Al Jazeera.

Menurut Warrick, negosiasi teknis ke depan akan berjalan sangat sulit karena memerlukan kompromi besar yang saling menguntungkan dari kedua belah pihak terkait isu nuklir dan sanksi ekonomi.

"So this is a situation where one side gives on what the other side wants the most and then gives up in return what the other side wants." ujar Thomas Warrick, Senior Fellow non-residen di Atlantic Council.

Pertemuan teknis lanjutan tingkat rendah dijadwalkan tetap berlangsung di Swiss guna merumuskan poin-poin kesepakatan sebelum para pejabat tinggi kembali untuk menandatangani dokumen final.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed