AS Batasi Perlindungan Kapal di Selat Hormuz Saat Negara Arab Teken Kesepakatan

Smallest Font
Largest Font

Amerika Serikat mulai membatasi pengawalan udara terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz akibat membengkaknya biaya operasi militer, sementara para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Oman pada Senin, 14 September 2026, untuk menandatangani kesepakatan jalur pelayaran bersama Iran dan Oman.

Sejak awal September, pengawalan udara yang sebelumnya tersedia dalam rentang waktu panjang kini dibatasi menjadi dua periode tertentu setiap hari, salah satunya pukul 09.00, untuk memusatkan sumber daya militer dan mengendalikan biaya operasi yang bisa mencapai puluhan ribu dolar per jam penerbangan pesawat militer AS, menurut Financial Times dan analis Joshua Tallis dari CNA.

Pengawalan tersebut bertujuan melindungi kapal dari serangan Iran yang meningkat beberapa bulan terakhir dan menjaga aliran ekspor minyak dari kawasan Teluk, khususnya di jalur dekat pantai Oman di bagian selatan Selat Hormuz.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memastikan pada Sabtu, 12 September 2026, bahwa pertemuan di Muscat, Oman, akan menandatangani kesepakatan pembentukan jalur pelayaran bersama antara Iran dan Oman melalui Selat Hormuz, yang akan diumumkan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).

"Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional," ujar Pezeshkian.

Ia menambahkan bahwa negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran oleh AS juga akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Presiden Iran menyatakan bahwa tekanan militer AS gagal mencapai tujuan, sehingga mereka beralih ke tekanan ekonomi, dan menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah.

"Jika Amerika adalah pejuang, biarkan mereka menghadapi pasukan militer kami yang gagah berani. Mengapa berperang melawan infrastruktur sipil, pasokan makanan, dan mata pencaharian? Jika mereka manusia, mengapa menolak akses air, makanan, dan obat-obatan?

Rakyat kami tidak bisa dipaksa menyerah. Iran tidak akan menyerah," kata Pezeshkian.

Menurut Pezeshkian, jalur laut bukan tumpuan utama kelangsungan hidup Iran dan AS tidak akan mencapai tujuan mereka melalui blokade laut.

Kesepakatan awal antara Iran dan Oman yang dilaporkan oleh Tasnim pada Minggu, 13 September 2026, menetapkan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan tujuh syarat yang diajukan Iran kepada AS. Seluruh aktivitas transit di Selat Hormuz akan mematuhi regulasi Iran dan melibatkan pengalihan jalur masuk kapal melalui perairan teritorial Iran.

Penutupan rute transit sisi selatan yang selama ini didesak AS juga menjadi bagian dari kesepakatan tersebut, yang mengubah dinamika jalur pelayaran strategis ini.

Pertemuan di Oman juga akan dihadiri oleh perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan Teluk untuk membahas isu regional dan rincian teknis mengenai jalur aman di Selat Hormuz, namun Bahrain menolak berpartisipasi selama hubungan diplomatik dengan Iran belum pulih.

Sementara itu, pada Rabu, 9 September 2026, pangkalan udara AS di Muwaffaq Salti, Yordania, diserang oleh rudal Iran yang merusak sejumlah pesawat tempur, termasuk satu A-10 Thunderbolt II dan delapan F-15E Strike Eagle, menurut pejabat AS dan laporan Iran International.

Serangan ini menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara Patriot PAC-3 yang digunakan pangkalan tersebut, dimana baterai rudal dikabarkan kehabisan amunisi saat menghadapi gelombang serangan berturut-turut.

Investigasi atas kerusakan dan dampak serangan masih berlangsung, sementara pertanyaan terkait kesiapan pertahanan udara AS dalam menghadapi serangan rudal berulang semakin mengemuka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed