Serangan Kapal Dagang di Selat Hormuz Tewaskan 1 Orang
Sebuah kapal dagang berbendera Iran diserang di dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz, Minggu (13/9/2026) pagi, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Media pemerintah Iran, IRIB dan IRNA, melaporkan serangan tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, dengan gubernur Qeshm menyalahkan kelompok teroris.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) secara terpisah melaporkan kapal lain terkena proyektil tak dikenal di selat tersebut pada Sabtu malam. Kebakaran terjadi di kapal, dan evakuasi dilakukan oleh otoritas setempat.
Insiden ini terjadi sehari sebelum pertemuan regional di Oman pada Senin (14/9/2026), yang akan membahas pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Bahrain menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut, sementara Oman berperan sebagai mediator.
Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak global, kini beroperasi di bawah 90% kapasitas normal akibat konflik berkepanjangan. Iran menuntut pengakuan kendali atas selat dan berencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintas, permintaan yang ditolak Amerika Serikat.
"Sebuah kapal komersial dihantam sekitar pukul 05.00 pagi ini di lepas pantai Pulau Hengam dan Qeshm. Satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka," ujar Gubernur Qeshm Amir Teymouri, dilansir AFP.
Iran menegaskan tidak akan membuka jalur tersebut hingga AS menghentikan blokade pelabuhan Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, "Kami tidak akan menyerah," dalam unggahan media sosial beberapa jam sebelum insiden.
Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi, yang didukung Iran, menguasai Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb, jalur alternatif vital di Laut Merah. Arab Saudi menutup sementara pipa minyak East-West Pipeline menyusul serangan drone dari Irak, yang diduga melibatkan kelompok pro-Iran.
Presiden AS Donald Trump menuduh Iran berada di balik serangan terhadap pipa Saudi. Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meminta bantuan militer AS untuk menghadapi Houthi, meskipun Washington menawarkan dukungan intelijen saja.
Harga minyak global melonjak, dengan diesel eceran di AS mencapai rekor US$ 6 per galon, sementara International Energy Agency (IEA) mencatat pasokan minyak Arab Saudi turun ke level terendah dalam tiga dekade.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow