Amerika Serikat Longgarkan Sanksi Minyak Iran Selama Enam Puluh Hari
Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pengecualian sanksi selama 60 hari yang mengizinkan Iran kembali menjual minyak mentah, produk petrokimia, dan hasil petroleum ke pasar internasional di tengah perundingan damai di Swiss. Kebijakan baru ini mengubah peta perdagangan energi global karena selama bertahun-tahun Teheran terpaksa menjual minyak dengan potongan harga besar guna menghindari sanksi sekunder Washington. Analis Al Jazeera di Washington, Alan Fisher, menilai pelonggaran sementara ini berpotensi mengalirkan pendapatan hingga ratusan juta dolar ke dalam sistem perekonomian Iran. Langkah pemulihan hubungan bilateral ini juga diikuti oleh komitmen perdagangan sektor lain yang melibatkan komoditas pertanian domestik Amerika Serikat.
"Kita berhasil dengan baik dalam hal menegosiasikan kesepakatan yang adil dan masuk akal," kata Trump dari Ruang Oval.
Pemerintah Amerika Serikat memastikan bahwa komoditas pangan akan diintegrasikan ke dalam skema hubungan dagang yang baru ini. "Ia menambahkan bahwa produk seperti jagung, kedelai, dan kebutuhan pangan lainnya akan dibeli melalui petani Amerika Serikat." ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pelonggaran aturan ini bersifat provisional dan kelanjutannya bergantung pada kepatuhan Iran terhadap poin-poin kesepakatan internasional. "Ini merupakan pembalikan kebijakan yang sangat signifikan terkait sanksi terhadap industri minyak Iran," ujar Alan Fisher, Analis Al Jazeera.
Selain sektor ekonomi, dialog di Swiss tersebut menyepakati pembentukan saluran komunikasi khusus demi meminimalkan potensi konflik di Selat Hormuz yang menjadi jalur bagi 20 persen pasokan energi dunia. Meskipun jalur komunikasi telah disepakati, pihak Iran menegaskan bahwa status geopolitik di kawasan perairan strategis tersebut telah berubah secara permanen pascaperang. "Semua orang harus tahu bahwa pengelolaan Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang," kata Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran.
Proses diplomasi antara kedua belah pihak dijadwalkan kembali bergulir dalam beberapa pekan mendatang untuk merumuskan draf perjanjian damai yang lebih komprehensif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow