Amerika Serikat dan Iran Sepakati Peta Jalan Damai 60 Hari

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan untuk mencapai kesepakatan final dalam jangka waktu 60 hari setelah merampungkan negosiasi intensif selama 18 jam di Swiss pada Senin (22/6/2026). Perundingan tingkat tinggi ini berjalan lancar dengan mediasi dari pihak Pakistan dan Qatar meskipun situasi regional di Timur Tengah masih dibayangi ketegangan militer.

Pihak mediator dari Pakistan dan Qatar menyatakan bahwa kedua belah pihak menunjukkan "encouraging progress" sepanjang jalannya meja perundingan. Langkah diplomasi ini tetap berjalan meski Teheran baru saja menutup Selat Hormuz setelah serangan Israel menewaskan 83 orang di Lebanon.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara pihak Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf. Pihak Gedung Putih menyatakan keinginan mendalam untuk memulai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara yang telah lama menegang.

"What the president has asked us to do is turn over a new leaf to transform our relationship with the people of Iran and to extend an outstretched hand that says to the people of Iran that if your leadership is willing to give up being a driver of regional instability, if they are willing to give up nuclear weapons ambitions for the long term, then the United States is willing to fundamentally transform our relationship with that country. That is certainly our goal." ujar JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan bernada keras tetap dilayangkan oleh Presiden Donald Trump melalui platform daring miliknya di tengah berjalannya proses dialog tersebut. Trump menuntut tindakan tegas dari Teheran terhadap kelompok pendukungnya di kawasan konflik.

"Iran must immediately stop their highly paid PROXIES in Lebanon from causing trouble. If they don’t, we’ll hit Iran very hard, just like we did last week, only harder!!!" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, posisi tawar Iran dinilai menguat di panggung diplomasi internasional berkat kontrol mereka atas jalur maritim strategis. Blokade Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan secara global.

"Iran has, through its throttling of the Strait of Hormuz, enormous leverage to produce pain on not just the United States, but global markets," kata Spencer Ackerman, Jurnalis Senior.

Langkah taktis yang diambil oleh militer Iran dalam konflik Lebanon juga diperkirakan menjadi instrumen penting dalam negosiasi lanjutan. Pengamat memprediksi dinamika di lapangan akan memengaruhi hasil akhir piagam kesepakatan.

"We’re going to await how the Iranians will ultimately play that card when it comes to Lebanon." ujar Spencer Ackerman, Jurnalis Senior.

Kebijakan luar negeri Iran dinilai berhasil memanfaatkan situasi guna melemahkan aliansi politik antara sekutu barat di Timur Tengah. Penetrasi politik ini dipandang memberikan keuntungan strategis bagi posisi Teheran.

"the Islamic Republic focused on creating a rift between Israel and the U.S., and I think, possibly, along with the successes in the war front politically, that was one of the most successful projects that they followed." kata Behrooz Ghamari-Tabrizi, Peneliti Center for Place, Culture and Politics CUNY Graduate Center.

Merespons perkembangan tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan posisi negaranya yang tidak akan mundur terkait hak pengayaan nuklir. Pezeshkian juga menyoroti perubahan drastis dari sikap diplomasi yang ditunjukkan oleh pemimpin Amerika Serikat saat ini.

"We will not give up our rights to enrichment, and they, too, will be forced to accept it. You all know what the so-called president of the United States was saying. He has made a complete 180-degree turn.

He was saying that Iran must surrender unconditionally; Iran has no right to do this, it has no right to do that. Then he gave a speech and said that Iran has the right to do this," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed