Atta Halilintar Bantah Foto AI Cium Mercedes Roa di Italia

Smallest Font
Largest Font

Atta Halilintar membantah kabar foto yang beredar memperlihatkan dirinya berciuman dengan wanita lain, Mercedes Roa, saat menghadiri sebuah acara di Italia. Ia menyatakan foto tersebut merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) yang menimbulkan fitnah.

Foto itu viral setelah momen pertemuannya dengan selebgram dan kreator konten asal Meksiko, Mercedes Roa, di sebuah event internasional. Atta menjelaskan bahwa berfoto bersama kreator lain dalam acara tersebut adalah hal biasa.

Menurut Atta, acara tersebut mengundang banyak kreator dari berbagai negara dan interaksi antar kreator adalah hal yang lumrah.

"Event ini mengundang banyak kreator dari berbagai negara. Kalau ada kreator yang minta foto itu biasa," ujar Atta Halilintar.

Atta menyesalkan adanya pihak yang mengedit foto tersebut hingga terlihat seolah-olah mereka berciuman, yang kemudian menimbulkan opini keliru.

"Kalau fotonya diedit AI seolah-olah berciuman sampai menggiring opini, itu sudah jadi fitnah," tegas Atta.

Mercedes Roa sendiri adalah konten kreator asal Meksiko yang dikenal melalui konten sepakbola jalanan dan trik di TikTok dan Instagram. Ia lahir pada 24 April 2000 dan mulai dikenal luas sejak 2022 melalui tutorial teknik sepakbola dan konten humor. Mercedes tergabung dalam agensi Double Tap sejak 2023, yang juga menaungi beberapa kreator sepakbola terkenal.

Mercedes bertemu Atta saat pertandingan Juventus melawan AC Milan di Italia, yang menjadi latar foto viral tersebut. Foto asli keduanya hanya menunjukkan pertemuan biasa tanpa adegan mesra seperti yang diedit.

Isu foto tersebut juga memicu reaksi dari Aurel Hermansyah, istri Atta, yang memberikan dukungan kepada suaminya lewat Instagram Story. Aurel menyebut kondisi yang mereka hadapi sebagai badai besar dan meminta Atta untuk sabar dan ikhlas.

"Badainya lagi kenceng sayang, gpp yaa @attahalilintar sabar, ikhlas," tulis Aurel Hermansyah.

Respons Aurel menunjukkan dukungan dalam menghadapi isu yang menimpa rumah tangga mereka setelah foto tersebut tersebar luas di media sosial.

Publik dan pengikut Atta di media sosial banyak yang memberikan dukungan dan mengecam pelaku pembuat hoaks visual tersebut. Beberapa mendorong Atta menempuh jalur hukum untuk menindak penyebar fitnah.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk membuat visual menyesatkan yang berpotensi merugikan pihak tertentu sebelum kebenaran terungkap.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed