Pakar Etika Ungkap Aturan Menumpuk Piring Usai Makan di Restoran

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Menumpuk piring usai menyantap hidangan di restoran kerap dilakukan pelanggan demi memudahkan tugas pelayan. Kendati didasari niat baik, kebiasaan tersebut rupanya lebih disarankan untuk tidak dilakukan pada mayoritas kondisi. Dilansir dari Detik Food, tiga praktisi industri restoran veteran menjelaskan sudut pandang profesional terkait etika membiarkan atau menumpuk peralatan makan di atas meja. Chef sekaligus partner Orchestrate Hospitality di Iowa, George Formaro, menjelaskan bahwa aturan ini sangat dipengaruhi oleh jenis atau konsep restoran tempat pelanggan makan.

Pada tempat makan berkonsep fine dining, pengunjung diminta rileks dan menyerahkan seluruh urusan pembersihan meja kepada staf yang terlatih khusus.

Co-owner Restaurant Olivia di Denver, Heather Morrison, menyebut tumpukan piring justru kerap diartikan sebagai bentuk ketidakpercayaan tamu terhadap kesigapan staf. Isyarat tersebut sering memicu kepanikan staf karena terlihat seperti situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera di area meja makan.

Selain itu, langkah tersebut berisiko merusak peralatan makan yang mahal. General Manager Georgie di Dallas, Jared Giunta, mengungkapkan bahwa investasi perlengkapan meja membutuhkan biaya yang sangat besar. Beberapa peralatan makan memiliki desain khusus atau buatan tangan sehingga membutuhkan keahlian dan teknik penumpukan tertentu agar tidak pecah.

Tindakan pengunjung yang asal menumpuk piring juga dinilai mengacaukan prosedur pengerjaan pelayan, mengganggu estetika restoran, serta membuat rekan semeja merasa terburu-buru.

Kondisi yang Memperbolehkan Menumpuk Piring

Jared Giunta menambahkan bahwa aksi ini diperbolehkan dalam kondisi keterbatasan ruang meja, misalnya saat berada di bar steakhouse yang sempit.

Menumpuk piring mentega berukuran kecil di atas piring kosong dapat memberikan ruang tambahan bagi hidangan pengunjung di sebelahnya. Tindakan menumpuk piring juga sepenuhnya sah dilakukan pada restoran berkonsep fast-casual yang menggunakan alat makan sekali pakai atau menerapkan sistem mandiri. Di restoran kasual yang sedang sangat padat, bantuan kecil dari pelanggan untuk menumpuk piring juga cukup meringankan beban staf yang kewalahan.

Jika terpaksa menumpuk, pastikan urutannya benar: piring terbesar di bagian bawah, piring kecil di atasnya, lalu sendok garpu di paling atas tanpa sisa makanan yang tertinggal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed