Australia Terapkan Aturan Energi Baru bagi Pusat Data AI
Pemerintah Australia resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan pusat data kecerdasan buatan (AI) berskala besar untuk menghasilkan energi mandiri setara dengan yang mereka konsumsi pada Rabu (15/7/2026) di Universitas Sydney. Langkah ini diambil guna mengatasi dampak lingkungan serta konsumsi air dari lonjakan industri AI yang berkembang pesat.
Kawasan Australia kini menjadi pusat perhatian global bagi berbagai perusahaan teknologi besar yang ingin membangun infrastruktur kecerdasan buatan. Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan yang luas serta sumber energi terbarukan yang melimpah di negara tersebut.
Meski investasi ini membawa dampak positif bagi adopsi teknologi, kekhawatiran publik di Amerika Serikat dan Eropa terkait tingginya konsumsi listrik serta minimnya kontribusi langsung terhadap ekonomi lokal juga mulai membayangi Australia.
"Every country on earth is grappling with these challenges right now. Australia will be the first country in the world to bring these issues into a single, national framework," ujar Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.
Guna merealisasikan rencana besar ini, pemerintah federal masih memerlukan dukungan dari masing-masing negara bagian untuk merumuskan mekanisme penegakan aturan secara teknis.
Rancangan undang-undang terkait standar baru ini dijadwalkan akan diajukan ke parlemen pada awal tahun depan. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga akan mendirikan Kantor AI (Office of AI) yang melapor langsung kepada perdana menteri untuk mengoordinasikan implementasi kebijakan tersebut.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow